Ringkasan Berita
- Jaringan gas rumah (jargas) di Kecamatan Menganti, Gresik, telah selesai dibangun 100% dan siap mengoperasikan 7.363 sambungan rumah (SR) di enam desa, tinggal menunggu tahap operasional.
- Program jargas ini merupakan bagian dari prioritas nasional untuk kemandirian energi dan pengurangan ketergantungan LPG impor, dengan target nasional 2025-2026 mencapai 119.379 SR di 15 kabupaten/kota.
- Pemkab Gresik mendorong percepatan penetapan badan pengelola, perizinan niaga, alokasi gas, dan tarif terjangkau agar jaringan dapat segera beroperasi dan memberikan manfaat nyata, terutama bagi UMKM lokal.
- Gresik memiliki potensi pengembangan jargas lebih lanjut karena merupakan wilayah penghasil gas dan telah mengusulkan penambahan pelanggan di Kecamatan Menganti menjadi 14.823 SR pada Januari 2026.
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, meninjau pembangunan jaringan gas (jargas) bumi untuk rumah tangga di Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Jumat (18/9/2026).
Sambungan jargas tersebut telah rampung 100 persen dan mencakup 7.363 sambungan rumah (SR) yang tersebar di enam desa, yakni Domas, Bringkang, Boteng, Putatlor, Gadingwatu, dan Sidojangkung. Saat ini, hanya tinggal menunggu pengoperasian.
Dudung mengatakan, peninjauan tersebut merupakan bagian dari pengawalan program prioritas nasional, khususnya dalam mendorong kemandirian energi dan mengurangi ketergantungan terhadap Liquefied Petroleum Gas (LPG) impor.
Secara nasional, pembangunan jargas 2025-2026 ditargetkan mencapai 119.379 sambungan rumah di 15 kabupaten/kota. Untuk Gresik, jaringan yang dibangun mencapai 7.363 SR.
Dudung mengatakan sejumlah persyaratan yang sebelumnya menjadi bagian dari proses menuju pengoperasian telah diselesaikan, termasuk persetujuan lingkungan dan rekomendasi teknis. Ia mendorong percepatan penetapan badan usaha pengelola, perizinan niaga gas, kepastian alokasi gas, serta penyiapan tarif yang terjangkau.
"Pembangunan adalah separuh pekerjaan. Separuh lainnya adalah memastikan jaringan ini melayani masyarakat setiap hari," ujarnya.
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas dukungan program sambungan jargas gratis bagi masyarakat Menganti. Menurutnya, program tersebut diusulkan Pemkab Gresik karena kebutuhan energi masyarakat dan aktivitas UMKM di wilayah tersebut cukup besar.
"Kita mengusulkan ini karena ingin menghemat biaya masyarakat. Penggunaan LPG tabung dikonversi menjadi gas alam yang tarifnya lebih murah," ujar bupati saat mendampingi Kepala Staf Presiden Dudung Abdurachman mengecek kesiapan jargas di Desa Domas.
Bupati Gresik mengatakan, Menganti memiliki banyak UMKM yang membutuhkan energi untuk produksi, mulai dari usaha kecambah di Desa Hulaan, pemotongan ayam di Dusun Mboro, hingga industri logam di Laban.
"Terutama bagi UMKM. Mereka sangat membutuhkan gas untuk kegiatan produksi. Lebih efektif dan lebih murah menggunakan jaringan gas ini," katanya.
Ia berharap, jargas segera dioperasikan dengan tarif yang terjangkau dan disosialisasikan secara jelas kepada masyarakat. Pemkab Gresik juga mendorong agar pengembangan jaringan dapat dilanjutkan ke desa-desa lainnya.
"Dua atau tiga tahun lalu kita membangun di Kecamatan Cerme, sekarang bergeser ke Menganti. Mudah-mudahan kita bisa mengajukan lagi untuk desa yang lain," harapnya.
Bupati menambahkan, dukungan Pemkab Gresik telah diberikan sejak proses pembangunan, termasuk perizinan karena jaringan melintasi jalan kabupaten, dukungan sarana prasarana, serta sosialisasi bersama pemerintah desa.
"Ini sudah kita lakukan, tinggal operasionalnya," pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Jargas Kementerian ESDM, Agung Kuswandono, mengapresiasi dukungan Pemkab Gresik dalam pembangunan jargas, khususnya dalam perizinan dan aspek sosial di masyarakat.
Menurut Agung, Gresik memiliki peluang untuk terus mengembangkan jargas karena merupakan wilayah penghasil gas dan memenuhi kriteria pengembangan jaringan gas.
"Memungkinkan untuk kita kembangkan lagi. Selain dukungan Pemerintah Daerah yang bagus, Gresik ini penghasil gas dan memenuhi kriteria untuk pengembangan Jargas,” ujarnya.
Sebelum pembangunan tahap ini, jargas di Gresik telah mencapai 10.895 SR yang tersebar di Kecamatan Cerme, Gresik, Manyar, dan Kebomas. Pemkab Gresik juga telah mengusulkan perluasan potensi pelanggan Jargas di Kecamatan Menganti hingga 14.823 SR kepada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi pada Januari 2026. (hud/msn)










