Ringkasan Berita
- Pengamanan Muktamar NU 2026 diperketat setelah aksi demonstrasi terkait penolakan aturan persyaratan calon ketua umum PBNU.
- Struktur komando pengamanan diubah di mana Pimpinan Pusat GP Ansor dan Komandan Banser Nasional mengambil alih koordinasi dari panitia lokal setelah dinyatakan tidak mampu.
- Banser sebelumnya hanya berada di ring tiga pengamanan tanpa akses atau tanda pengenal di dalam area utama, namun diminta turun setelah panitia minta dukungan.
- Pendekatan keamanan yang diterapkan Banser terhadap massa aksi adalah persuasif dan komunikasi langsung, bukan represif, karena menganggap peserta aksi sebagai bagian dari keluarga besar NU.
- Keamanan tetap bersiaga untuk mengantisipasi aksi lanjutan dan menegaskan pentingnya penyampaian aspirasi dengan cara santun sesuai etika NU tanpa mengganggu jalannya Muktamar.
"Banser, Ansor, Pagar Nusa sama sekali sampai hari ini tidak ada akses untuk masuk sebagai keamanan. Tidak ada Banser yang punya ID card pengamanan. Dari awal kita sifatnya hanya membantu," jelasnya.
Situasi kemudian berubah setelah panitia lokal menyatakan membutuhkan dukungan tambahan untuk mengamankan jalannya Muktamar.
Banser yang sebelumnya telah menyiapkan personel kemudian diminta untuk mengambil bagian dalam pengamanan.
Setelah dilakukan apel dan koordinasi bersama panitia lokal, Pagar Nusa, serta Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, pengamanan Muktamar selanjutnya berada di bawah koordinasi Pimpinan Pusat GP Ansor dan Komandan Banser Nasional hingga seluruh rangkaian Muktamar selesai.
"Ketika Panlok menyatakan tidak mampu mengamankan Muktamar, kita siap menurunkan pasukan. Setelah kita apel dan melakukan koordinasi, pengamanan Muktamar mulai saat itu berada di Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor sebagai panglima tertinggi dan Komandan Banser Nasional," terangnya.
Syafi'i menambahkan, terkait aksi demonstrasi yang sempat berlangsung, pihaknya menyampaikan pendekatan yang dilakukan Banser bukan dengan mengedepankan tindakan represif.
Dirinya memilih melakukan komunikasi secara langsung dengan massa aksi.
Menurutnya, para peserta aksi juga merupakan bagian dari keluarga besar NU sehingga penyelesaian secara persuasif dinilai lebih tepat.
"Kita sama-sama sebenarnya ini saudara kita semua. Mereka juga punya hak menyampaikan aspirasi. Jangan sampai acara yang suci ini, Muktamar lima tahunan, dikotori dengan hal-hal yang tidak patut," katanya.
Ia mengatakan, sejumlah personel kemudian melakukan pendekatan dari hati ke hati kepada massa aksi.
Upaya tersebut akhirnya membuat massa secara perlahan memilih mundur dari lokasi tanpa harus dilakukan pemaksaan.
"Kita dekati satu per satu, karena mereka juga teman, saudara dan sama-sama dari NU. Dengan sendirinya mereka mundur sendiri, tanpa kita paksa," ungkapnya.
Meski demikian, Ahmad menegaskan bahwa pihak keamanan tetap siap melakukan tindakan pengamanan apabila situasi berubah dan massa memaksakan kehendak hingga mengganggu jalannya Muktamar.
Lebih lanjut, ia juga mengimbau pihak-pihak yang masih ingin menyampaikan aspirasi agar tetap menggunakan cara-cara yang santun dan sesuai dengan norma serta etika Nahdlatul Ulama.
Menurutnya, penyampaian pendapat merupakan hak setiap orang, tetapi pelaksanaannya harus tetap menghormati keberadaan para kiai dan masyayikh yang berada di lokasi Muktamar.
"Silakan menyampaikan aspirasi dengan santun, tidak masalah. Yang penting norma dan etika harus tetap dijaga sesuai dengan etika Nahdlatul Ulama dan para masyayikh," tegasnya.
Ia menambahkan, seluruh pihak memiliki tanggung jawab menjaga suasana Muktamar agar tetap kondusif.
Termasuk massa aksi yang menyampaikan aspirasi agar tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu jalannya persidangan maupun kegiatan para peserta Muktamar.
"Yang demo juga punya hak untuk menjaga bersama. Jangan sampai memaksakan kehendak yang bisa membuat kerawanan di dalam," ujarnya.
Ia menegaskan, personel Banser bersama unsur pengamanan lainnya akan tetap bersiaga mengantisipasi kemungkinan terjadinya aksi lanjutan selama rangkaian Muktamar berlangsung.
"Kalau memang sampai terjadi dan cara menyampaikan orasi tidak santun, Banser siap bersama Pagar Nusa untuk mengamankan," pungkasnya. (raf/van)










