Ringkasan Berita
- Pengamanan Muktamar NU 2026 diperketat setelah aksi demonstrasi terkait penolakan aturan persyaratan calon ketua umum PBNU.
- Struktur komando pengamanan diubah di mana Pimpinan Pusat GP Ansor dan Komandan Banser Nasional mengambil alih koordinasi dari panitia lokal setelah dinyatakan tidak mampu.
- Banser sebelumnya hanya berada di ring tiga pengamanan tanpa akses atau tanda pengenal di dalam area utama, namun diminta turun setelah panitia minta dukungan.
- Pendekatan keamanan yang diterapkan Banser terhadap massa aksi adalah persuasif dan komunikasi langsung, bukan represif, karena menganggap peserta aksi sebagai bagian dari keluarga besar NU.
- Keamanan tetap bersiaga untuk mengantisipasi aksi lanjutan dan menegaskan pentingnya penyampaian aspirasi dengan cara santun sesuai etika NU tanpa mengganggu jalannya Muktamar.
JOMBANG,BANGSAONLINE.com - Pengamanan Muktamar NU 2026 di Gedung Serbaguna Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, diperketat setelah aksi demonstrasi terkait penolakan aturan persyaratan calon Ketua Umum PBNU pada Minggu (30/8/2026).
Namun, penambahan personel tersebut bukan sekadar penguatan pengamanan. Komando pengamanan Muktamar kini berada di bawah koordinasi Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor dan Komandan Banser Nasional setelah sebelumnya pengamanan di lapangan ditangani panitia lokal.
Kepala Propos Nasional sekaligus Kepala Operasional Pengamanan Muktamar, Ahmad Syafi'i, menjelaskan bahwa sejak awal Banser, Ansor, dan Pagar Nusa tidak terlibat langsung dalam pengamanan inti di dalam area Muktamar.
Menurutnya, Banser sebelumnya hanya ditempatkan pada ring tiga atau melakukan pengamanan di sejumlah ruas jalan sekitar lokasi.










