Pengamanan Muktamar NU Diperketat Usai Ricuh Massa yang Protes Aturan Syarat Caketum PBNU

Ringkasan Berita
  • Pengamanan Muktamar NU 2026 diperketat setelah aksi demonstrasi terkait penolakan aturan persyaratan calon ketua umum PBNU.
  • Struktur komando pengamanan diubah di mana Pimpinan Pusat GP Ansor dan Komandan Banser Nasional mengambil alih koordinasi dari panitia lokal setelah dinyatakan tidak mampu.
  • Banser sebelumnya hanya berada di ring tiga pengamanan tanpa akses atau tanda pengenal di dalam area utama, namun diminta turun setelah panitia minta dukungan.
  • Pendekatan keamanan yang diterapkan Banser terhadap massa aksi adalah persuasif dan komunikasi langsung, bukan represif, karena menganggap peserta aksi sebagai bagian dari keluarga besar NU.
  • Keamanan tetap bersiaga untuk mengantisipasi aksi lanjutan dan menegaskan pentingnya penyampaian aspirasi dengan cara santun sesuai etika NU tanpa mengganggu jalannya Muktamar.

Sementara itu, pengamanan utama di dalam area Muktamar menjadi tanggung jawab panitia lokal.

"Banser ini tidak terlibat dari awal. Banser hanya berada di ring tiga, di jalan-jalan. Semua pengamanan ini di-handle Panlok," ujar Ahmad Syafi'i.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut membuat personel Banser, Ansor, maupun Pagar Nusa tidak memiliki akses pengamanan di dalam lokasi Muktamar.

Bahkan, menurutnya, personel Banser tidak dibekali tanda pengenal khusus sebagai petugas keamanan.