BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kelompok KKN Pintar 36 Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Desa Payaman menggandeng komunitas Bojonegoro History menggelar sarasehan budaya sekaligus bedah draf buku Maribong di Pendopo Rumah Mbah Satinah, Minggu (23/8/2026).
Diskusi budaya ini mengusung tema “Membaca Sejarah Kabupaten Bojonegoro dalam Perspektif Prasasti Maribong 1264 M: Merbong–Payaman”.
Penulis buku Maribong, Muhammad Andrea, menuturkan bahwa agenda ini menjadi pembuka dari rangkaian Tour Buku Maribong. Acara ini difungsikan sebagai wadah uji publik untuk menguji gagasan dan kedalaman kajian sebelum buku resmi dirilis.
"Sebelum diterbitkan dan diluncurkan pada Oktober mendatang, draf buku Maribong terlebih dahulu dipersentasikan dan didiskusikan bersama masyarakat, khususnya warga Dusun Merbong, Desa Payaman," jelasnya.
Penetapan Dusun Merbong sebagai titik awal penelusuran bukan tanpa sebab. Andrea menyebut kawasan tersebut memiliki keterkaitan historis yang kuat dengan materi riset yang ia susun.
"Sehingga masyarakat setempat diharapkan dapat memberikan perspektif, informasi, maupun tanggapan terhadap hasil kajian yang telah disusun," ungkapnya.
Melalui kegiatan sarasehan dan tour buku ini, ia berharap narasi sejarah yang dibukukan dapat bertemu langsung dengan sudut pandang masyarakat lokal.
"Juga membuka diskusi mengenai berbagai kemungkinan perspektif baru dalam membaca sejarah Bojonegoro," terangnya.
Sementara itu, Koordinator Desa (Kordes) KKN Pintar 36 Unugiri mengungkapkan bahwa para mahasiswa telah lebih dulu turun ke lapangan untuk melakukan pemetaan potensi dan menggali nilai sejarah lokal di Desa Payaman.
"Kami mencoba melihat langsung budaya di desa ini, mendengarkan cerita dari masyarakat, melihat beberapa peninggalan, dan belajar dari berbagai cerita yang berkembang di tengah masyarakat," jelasnya. (jku/rev)










