BANGKALAN,BANGSAONLINE.com - Badan Silaturrahmi Ulama dan Pesantren Madura (Bassra) menggelar bedah buku dengan judul 'Sejarah Bassra, Potret Perjuangan Ulama Madura', di Gedung Moh. Nur Universitas Trunojoyo Madura UTM), Bangkalan, Kamis (24/10/2024).
Buku yang dibedah adalah hasil karya Prof.Dr.Moh.Zahid M.Ag, beserta timnya yang mengulas tentang sejarah perjuangan Bassra dan Madura dalam bingkai keislaman, Indonesia dan Madura.
BACA JUGA:
- Dukung Fakultas Kedokteran Baru, IKA UTM Siap Jadi Mitra Strategis Kemajuan Kampus
- UTM Rayakan 25 Tahun dengan Launching Fakultas Kedokteran
- Optimalisasi Kebijakan Fiskal Dalam Meningkatkan Pertumbuhan UMKM di Indonesia
- Pimpin LDII Gresik Periode 2026-2031, Khusnul-Fajar Siap Berkolaborasi dengan Pemerintah
Dr. Iskandar Dzulkarnain M.Si, Dosen Sosiologi Madura FISIB UTM dan Kepala Pusat Penelitian dan Inovasi Sosial Budaya LPPM UTM, salah satu pembedah buku mengkritisi buku tersebut.
Dr.Iskandar Dzulkarnain menjelaskan, buku tersebut lebih banyak bercerita tentang lahirnya dan peran ulama Bassra.
Seharusnya, kata dia, peran ulama dan kiai terkait tranportasi sosial-politik belum tergambar dengan baik. Isi buka hanya memuat peran Bassra di masa lalu. Seperti Bassra tentang pembangunan jembatan Suramadu, konflik sambas dan isu LDII.
Dalam paparanya, Dzulkarnain menyebut substansi buku belum membahas peran ulama dalam menyikapi masalah modern saat ini.
"Karena peran ulama dan kyai besar di Pulau Madura seperti saat industralisasi, alih fungsi lahan masuk ke Madura, generasi muda tidak lagi minat menjadi petani serta semakin berkurangnya lahan di Madura belum dibahas banyak dalam buku Potret Perjuangan Ulama Bassra," ujarnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




