Purbaya Yudhi Sadewa, Menkeu RI
JAKARTA,BANGSAONLINE.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tetap optimistis meski nilai tukar rupiah melemah hingga menyentuh level Rp17.600 per dollar Amerika Serikat (AS).
Di tengah tekanan terhadap mata uang domestik dan sentimen global, Purbaya menilai kondisi ekonomi Indonesia masih berada dalam situasi yang baik.
BACA JUGA:
- Penyembelihan Sapi Kurban 1,1 Ton Presiden Prabowo di Mantup Lamongan Jadi Tontonan
- Menkeu Purbaya Klaim Krisis Ekonomi 1998 Tak Akan Terulang
- Panen Raya Jagung di Tuban, Presiden Prabowo Puji Inovasi Pangan yang Dilakukan Polri
- Apresiasi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, YRJI Ajak Masyarakat Dukung Kinerja Presiden Prabowo
“Kalau saya senyum ekonominya bagus, rupiahnya juga bagus. Makanya saya senyum terus,” ujar Purbaya kepada wartawan saat ditemui di Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Senin (18/5/2026).
Terkait pelemahan rupiah terhadap dollar AS dan potensi dampaknya terhadap subsidi energi maupun asumsi makro APBN, Purbaya memastikan pemerintah telah melakukan perhitungan secara matang.
Ia mengatakan pemerintah sudah memperhitungkan berbagai skenario pelemahan rupiah dalam pengelolaan APBN, termasuk dampaknya terhadap subsidi energi.
Menurutnya, pemerintah juga tidak lagi menggunakan asumsi nilai tukar lama dalam menghitung kebutuhan anggaran negara.
“Waktu kita hitung rupiahnya bukan seperti asumsi APBN yang sebelumnya. Jadi gitu kira-kira,” ucapnya.
Namun, Purbaya enggan membeberkan angka detail yang digunakan pemerintah karena khawatir memunculkan spekulasi pasar terkait target nilai tukar pemerintah.
“Tapi sudah kita hitung jadi enggak usah khawatir,” cetusnya.
Ia menambahkan, penjelasan lebih lengkap mengenai kondisi APBN akan disampaikan pemerintah dalam konferensi pers APBN yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (19/5/2026).
Purbaya memastikan pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi sehingga masyarakat diminta tetap tenang menghadapi tekanan nilai tukar rupiah.
Selain itu, Purbaya turut menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait masyarakat desa yang disebut tidak menggunakan dollar AS.
Menurutnya, pernyataan tersebut harus dipahami sesuai konteks saat disampaikan Presiden.
Ia menjelaskan, ucapan itu disampaikan dalam konteks kegiatan koperasi desa dan bukan pembahasan mengenai ekonomi internasional maupun pasar valuta asing.
Menurut Purbaya, yang dimaksud Presiden Prabowo adalah dollar AS memang tidak digunakan dalam operasional desa.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat Peresmian Operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk.
“Itu kan konteksnya di sana di pedesaan, mungkin pas kalau di sana. Bukan konteks internasional kan? Dia ngomongnya di koperasi desa itu,” kata Purbaya.
Meski demikian, Purbaya meminta publik tidak menafsirkan pernyataan Presiden secara keliru.
Menurut dia, masyarakat tidak perlu menganggap Presiden tidak memahami persoalan nilai tukar rupiah hanya karena pernyataan tersebut.
“Jadi jangan anggap Pak Presiden enggak ngerti. Pak Presiden ngerti betul tentang rupiah. Cuman kan konteksnya di sana waktu kemarin itu,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




