Kepala DPMD Jatim, Budi Sarwoto, ketika memberi sambutan.
MALANG, BANGSAONLINE.com - Pemprov Jatim menggelar kegiatan Aktualisasi Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XXII Tahun 2026 di GOR Dworowati, Desa Ngabab, Kecamatan Pujon, Selasa (19/5/2026).
Mengusung tema 'Perkuat semangat gotong royong kita kembangkan kemandirian desa menuju pembangunan Jawa Timur sebagai gerbang baru nusantara', kegiatan ini dihadiri Bupati Malang, jajaran Forkopimda, Forkopimcam Pujon, serta masyarakat setempat.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jawa Timur, Budi Sarwoto, menyampaikan kegiatan tersebut sekaligus menjadi pencanangan BBGRM di Kabupaten Malang.
"Hari ini kita melaksanakan aktualisasi Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat XXII Provinsi Jawa Timur tahun 2026. Bersamaan dengan itu juga dilakukan pencanangan bulan bakti gotong royong bersama Bapak Bupati Malang. Jadi ada dua kegiatan yang dilaksanakan secara bersamaan," ujarnya.
Desa Ngabab dipilih sebagai lokasi karena dinilai berhasil mempertahankan budaya gotong royong. Desa ini sebelumnya meraih juara pertama pelaksanaan gotong royong terbaik tingkat provinsi pada 2024.
Budi menjelaskan, kegiatan BBGRM berlangsung sebulan penuh dengan fokus pada pembangunan infrastruktur jalan, renovasi rumah tidak layak huni, perbaikan tempat ibadah, kebersihan lingkungan, hingga penguatan ketahanan pangan.
"Tahun lalu hasil gotong royong masyarakat mampu membangun jalan hingga sekitar 6,6 kilometer. Tahun ini harapannya bisa lebih meningkat lagi, termasuk jumlah rutilahu dan fasilitas umum yang diperbaiki," paparnya.
Ia menambahkan, program ketahanan pangan juga menjadi perhatian melalui penanaman pohon buah dan pemberdayaan masyarakat desa dengan melibatkan kolaborasi pentahelix.
"Gotong royong adalah ciri khas bangsa kita. Nilai ini harus terus dilestarikan karena terbukti memberi dampak positif bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat," tuturnya.
Sementara itu, Sanusi selaku kepala daerah setempat menegaskan, gotong royong harus bertransformasi menjadi kerja kolaboratif dalam menekan angka stunting, memberantas kemiskinan ekstrem, dan menghidupkan ekonomi perdesaan.
"Gotong royong tidak boleh hanya dimaknai sebagai kerja bakti membersihkan lingkungan fisik semata," ucapnya.
Sanusi menyebut pembangunan desa di Kabupaten Malang menunjukkan capaian positif berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM) 2026, dengan mayoritas desa berstatus Maju dan Mandiri.
Pemkab Malang juga mengapresiasi dukungan DPMD Jatim berupa 500 bibit mangga, 120 bibit alpukat, serta sarana pendukung dari Bank Jatim.
"Menanam pohon hari ini berarti kita sedang bergotong royong menanam harapan, merawat sumber air, dan mewariskan masa depan ekologi yang lebih baik bagi anak cucu kita," kata Sanusi. (dad/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




