SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah Indar Parawansa menegaskan penguatan sumber daya manusia (SDM) maritim unggul dan pengembangan ekonomi biru atau blue economy menjadi faktor utama dalam mewujudkan Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara sekaligus orkestrator rantai nilai nasional.
Dalam paparannya, Khofifah menjelaskan arah pembangunan Jawa Timur untuk jangka menengah dan panjang dirumuskan melalui konsep “Gerbang Baru Nusantara”.
BACA JUGA:
- Gubernur Khofifah Luncurkan 143 Ribu Kuota Beasiswa untuk Siswa dan Mahasiswa Jatim
- Gubernur Khofifah Pastikan 2 Prodi Baru Magister KCL Singhasari Dibuka pada 2027
- Bongkar Ratoon Perkuat Produktivitas Tebu Nasional
- Gubernur Khofifah Pimpin Panen dan Tanam Tebu Serentak, Jatim Bidik Swasembada Gula Nasional
Konsep tersebut menempatkan Jawa Timur tidak hanya sebagai wilayah transit, tetapi juga sebagai pusat orkestrasi rantai nilai nasional yang terintegrasi dan memiliki daya saing global.
Untuk mendukung visi tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat empat pengungkit utama pembangunan ekonomi daerah.
Empat pengungkit itu meliputi penguatan rantai pasok industri melalui hilirisasi, stabilitas pasokan komoditas strategis, peningkatan mobilitas manusia dan tenaga kerja, serta penguatan konektivitas ekonomi antarwilayah.
"Keeempat pengungkit tersebut saling terhubung dan bertumpu pada satu faktor kunci, yaitu ketersediaan SDM unggul yang adaptif dan berdaya saing global," jelas Khofifah.
Dalam konteks pembangunan sektor kemaritiman, Khofifah juga menekankan pentingnya perubahan paradigma pembangunan menuju ekonomi biru yang berkelanjutan.
Khofifah menyebut, kinerja Jawa Timur dalam indikator ekonomi biru menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir.
Nilai Indonesia Blue Economy Index (IBEI) Jawa Timur tercatat mencapai 60,54 pada 2024 dan terus diarahkan meningkat untuk mencapai target jangka panjang pada 2045.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada Universitas Hang Tuah atas kontribusinya dalam mencetak SDM unggul, khususnya di bidang kemaritiman.
Menurutnya, kebutuhan terhadap SDM maritim berkualitas saat ini semakin mendesak seiring perkembangan teknologi kapal dan industri kemaritiman modern.
Khofifah menilai pengoperasian kapal dengan teknologi canggih membutuhkan kemampuan intelektual sekaligus kesiapan mental dan psikologis yang kuat.
"Perguruan Tinggi yang bisa menempa menyeimbanhkan IQ dan stabilitas psikologis terutama pengoperasian teknologi maritim ada di Universitas Hang Tuah," terangnya (dev/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




