Kegiatan bersih-bersih sungai dari eceng gondok.
LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten Lamongan terus memperkuat langkah antisipatif menghadapi potensi kekeringan akibat perubahan iklim, guna menjaga keberlanjutan swasembada pangan.
Hal tersebut disampaikan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, saat mendampingi kunjungan Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Tin Latifah, Selasa (28/4/2026) di Embung Sumengko, Desa Tambakmenjangan, Kecamatan Sarirejo.
BACA JUGA:
- Upaya Jaga Ketahanan Pangan, Pemkab Lamongan Salurkan Bantuan Beras dan Minyak Goreng
- Terkait Dugaan Perselingkuhan Eks Camat Karanggeneng, Bupati Lamongan Angkat Bicara
- Genjot Produktivitas Padi, Bupati Lamongan Salurkan Combine Harvester
- Lantik 34 Pejabat, Bupati Lamongan Tekankan Profesionalisme dan Integritas
Dalam kesempatan tersebut, bupati yang akrab disapa Pak Yes ini menegaskan bahwa tahun ini menjadi momentum penting dalam menghadapi musim kemarau yang diprediksi cukup ekstrem.
Pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan dituntut bergerak cepat dan terintegrasi, yang mana tujuannya agar produksi pangan tetap terjaga atau tetap mempertahankan swasembada pangan.
“Tahun ini penting kita hadapi kemarau yang ekstrem. Kita semua harus turun agar swasembada pangan tetap terselamatkan,” tutur Yuhronur.
Ia mengungkapkan bahwa pemerintah pusat melalui koordinasi bersama gubernur dan Menteri Pertanian telah mengingatkan adanya potensi perubahan cuaca yang ditandai dengan hujan lebat, serta panas ekstrem berkepanjangan. Kondisi tersebut menuntut kesiapsiagaan daerah dalam menjaga produktivitas pertanian.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




