Bibit tembakau yang siap disemai di ladang
SUMENEP,BANGSAONLINE.com - Petani di Kabupaten Sumenep mulai melakukan persemaian bibit sebagai tanda dimulainya musim tanam tembakau.
Aktivitas persemaian bibit tembakau terlihat meningkat di sejumlah wilayah, seiring persiapan petani menghadapi masa tanam komoditas tersebut.
BACA JUGA:
- Harga Garam di Gili Raja Sumenep Turun Saat Musim Produksi Mulai Ramai
- 1.356 CJH Sumenep Berangkat ke Tanah Suci, Wabup Ingatkan Cuaca Ekstrem di Makkah
- YBM PLN Salurkan Bantuan Ternak Kambing untuk Buruh Serabutan di Sumenep
- Apresiasi Bedah Rumah di Sumenep, Ketua Ansor Jatim Ajak Pemuda Semangat Bergerak Berdampak
“Rata-rata jumlah daunnya sudah tiga sampai lima helai, jadi sudah siap tanam,” ujar Arrasma, warga Kecamatan Dungkek.
Penyemaian bibit dilakukan sejak awal dengan mempertimbangkan kondisi cuaca agar tidak terlalu panas. Setelah berumur sekitar 30 hari, bibit dipindahkan ke lahan yang telah disiapkan.
“Untuk satu ikat, harganya berkisar Rp35.000 hingga Rp50.000, tergantung jenis dan kualitasnya,” jelasnya.
Arrasma menyebut kualitas bibit menjadi faktor utama yang memengaruhi harga di pasaran. Bibit yang baik umumnya memiliki perakaran kuat sehingga mampu tumbuh optimal setelah ditanam.
“Kalau akarnya kuat, biasanya pertumbuhannya juga bagus setelah ditanam di ladang,” imbuhnya.
Masa tanam tembakau berlangsung sekitar dua hingga tiga bulan sebelum memasuki panen.
Setelah dipanen, daun tembakau akan dipetik, dirajang, kemudian dijual ke gudang untuk diproses lebih lanjut.
Di Kabupaten Sumenep, luas lahan tembakau mencapai sekitar 85.000 hektare.
Sejumlah kecamatan yang masih aktif menanam tembakau di antaranya Guluk-Guluk, Ganding, Bluto, Lenteng, Rubaru, Batuputih, Batuan, dan Dungkek. (van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




