Pelaku S (45) beserta barang bukti parang diamankan di Mapolres Gresik. (Ist)
Mereka akhirnya saling lempar bom air dengan pemuda dari Desa Banyutengah. Situasi memanas setelah terjadi perang bom air dan saling ejek. Pemuda Campurejo sempat mundur, namun didatangi kelompok remaja dari Banyutengah yang tidak terima dengan ucapan yang dilontarkan.
Di lokasi kejadian, tepatnya di depan sebuah billiard & cafe di Desa Campurejo, tiba-tiba muncul seorang pria membawa senjata tajam jenis parang dan melakukan pembacokan terhadap dua korban.
Korban pertama, Wahyu Agung Pratama (24), warga Desa Campurejo. Ia mengalami luka serius di perut sebelah kiri dan langsung dilarikan ke RS Ibnu Sina Gresik untuk penanganan medis lebih lanjut. Sementara korban kedua, Moh Ruhul Madani (25), yang juga warga Desa Campurejo menjalani perawatan di Puskesmas Panceng.
Usai kejadian, korban Moh Ruhul Madani melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Panceng untuk proses hukum lebih lanjut.

Geram. Massa akhirnya membakar rumah pelaku. (Ist)
Sebelum pelaku ditangkap pascakejadian ketegangan sempat meluas. Warga Campurejo yang tersulut emosi sempat mendatangi rumah pelaku di Desa Banyutengah, tapi tidak ketemu.
Massa memudian bergerak mencari di rumah pelaku di Desa Tlogosadang, Kecamatan Paciran (wilayah perbatasan Gresik-Lamongan). Karena pelaku tidak ditemukan di lokasi, massa yang geram meluapkan amarahnya dengan melempari rumah dengan batu. Massa juga membakar bagian depan rumah dan sepeda motor yang diduga milik pelaku.
Untuk mengantisipasi eskalasi konflik, personel Satreskrim dan Sat Samapta Polres Gresik bersama jajaran Polsek diterjunkan ke lokasi guna melakukan patroli gabungan dan penjagaan intensif. (hud/msn)
teks ft, rumah dan motor terduga pelaku pembacokan dibakar massa. (Ist)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




