Sepi Penumpang, Tukang Becak Kayuh Malioboro Harap Bantuan Becak Listrik

Sepi Penumpang, Tukang Becak Kayuh Malioboro Harap Bantuan Becak Listrik

KOTA YOGYAKARTA,BANGSAONLINE.com -Menurunnya jumlah penumpang di kawasan Malioboro, Yogyakarta, membuat para tukang becak kayuh berharap pemerintah segera menyalurkan bantuan becak listrik.

Kehadiran becak motor (bentor) dan transportasi berbasis aplikasi dinilai menjadi faktor utama berkurangnya minat penumpang terhadap becak kayuh. Kondisi ini dirasakan langsung oleh para penarik becak tradisional yang kini semakin sulit mendapatkan penumpang.

Salah seorang tukang becak kayuh di Malioboro, Kusnanto, mengatakan persaingan dengan bentor dan transportasi online membuat pendapatan becak kayuh terus menurun.

“Kehadiran bentor dan transportasi online sangat berpengaruh. Sekarang penumpang becak kayuh semakin sepi,” kata Kusnanto.

Ia berharap Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta maupun Presiden Prabowo Subianto dapat segera memberikan bantuan becak listrik untuk menunjang keberlangsungan mata pencaharian tukang becak tradisional. Kusnanto mengaku sempat didatangi petugas untuk pendataan calon penerima bantuan tersebut.

Namun, pada saat pendataan berlangsung, ia justru mendapatkan penumpang setelah lama menunggu.

“Kemarin datang penumpang dengan tujuan pusat oleh-oleh bayarnya Rp10.000. Waktu itu saya sedang didata, tapi saya tinggal dulu karena mau mengantar penumpang,” ujarnya.

Kusnanto juga menyebut belum menerima bantuan becak listrik yang disalurkan Presiden Prabowo pada Desember lalu. 

Ia mempertanyakan mekanisme pendataan karena ada tukang becak yang jarang mangkal di Malioboro justru menerima bantuan.

Sementara itu, tukang becak kayuh lainnya, Kardiwiyono, yang biasa mangkal di sekitar Pasar Beringharjo, mengungkapkan kondisi serupa. Menurutnya, mayoritas penumpang kini lebih memilih bentor dibandingkan becak kayuh.

“Kalau wisatawan ramai, sekarang kami cuma bisa lihat saja. Penumpang lebih memilih bentor,” katanya.

Kardiwiyono mengaku hanya bisa menunggu dan berharap mendapat bantuan becak listrik. Ia menilai bantuan tersebut dapat menjadi solusi agar becak kayuh tetap diminati wisatawan.

“Saya hanya menunggu, siapa tahu besok dapat pemberian becak listrik dari Pak Presiden. Kalau sampai ke saya, alhamdulillah, tapi sampai sekarang masih jadi teka-teki,” ujarnya.