Kades Duwet, Gogik Hananta dan jajaran bersama Gus Jalal , Sekcam Wates serta pegiat lingkungan usai menanam pohon di area sumber Manten. Foto: Muji Harjita/BANGSAONLINE
Pemerintah Desa Duwet, langsung melakukan pendataan pascakejadian dan melaporkan hasilnya ke BPBD Kabupaten Kediri.
“Alhamdulillah tidak ada korban, baik luka maupun meninggal. Hanya kerugian material saja yang ditaksir mencapai hampir Rp100 juta,” terang Gogik.
Sementara itu, Sekretaris Camat Wates, Sugeng Margono, membenarkan bahwa di wilayahnya baru saja terjadi bencana angin kencang yang menumbangkan pohon dan merusak rumah warga.
Menurut Sugeng, selain di Desa Duwet, peristiwa serupa juga terjadi di Desa Wonorejo yang menyebabkan tumbangnya sejumlah pohon besar di area sumber air.
“Kami bersama Pemerintah Desa dan BPBD Kabupaten Kediri telah mendata kerusakan dan selanjutnya menunggu asesmen dari BPBD Kabupaten Kediri terkait bantuan yang akan diberikan kepada warga terdampak, terutama yang rumahnya rusak,” kata Sugeng.
Sementara itu, tokoh Desa Duwet sekaligus Pengasuh Ponpes Al-Ghozali, Gus Jalal, menyatakan dukungannya terhadap langkah Pemerintah Desa Duwet yang menanam kembali pohon di area Sumber Manten.
“Pada tahap awal ini, kami sengaja menanam pohon pada tanggal 11 bulan 11 pukul 11 lebih 11 menit dengan jumlah 11 pohon. Semoga ada keberkahan dari Allah SWT untuk warga Duwet,” tandas Gus Jalal. (uji/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




