Bahas Perjuangan Kiai Abbas di UINSSC, Kiai Asep Optimis Ditetapkan sebagai Pahlawan Tahun Ini, 2025

Bahas Perjuangan Kiai Abbas di UINSSC, Kiai Asep Optimis Ditetapkan sebagai Pahlawan Tahun Ini, 2025 Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, menjadi keynote speaker dalam bedah buku berjudul “Dari Pesantren ke Medan Perang, Kiprah Kiai Abbas Buntet dalam Revolusi Surabaya 1945” karya Dr H Farij Wajdi, M.Pd, dan Jajat Darojat, S.Pd, M.Si, di UINSSC Cirebon, Kamis (21/8/2025). Foto: MMA/bangsaonline

CIREBON, BANGSAONLINE.com – Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, kembali memfasilitasi acara pengusulan KH Abbas Abdul Jamil sebagai pahlawan nasional. Kali ini bekerjasama dengan Universitas Islam Negeri Siber Syaikh Nurjati Cirebon () Jawa Barat.

“Sebenarnya Kiai Abbas ini sudah diusulkan sejak tahun 2024 tapi saat itu kurang referensi. Semua masyarakat di Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan lainnya sudah tahu kalau Kiai Abbas adalah pejuang kemerdekaan yang jasanya besar terutama dalam pertempuran 10 November di Surabaya,” kata Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, saat menjadi keynote speaker dalam bedah buku berjudul “Dari Pesantren ke Medan Perang, Kiprah Kiai Abbas dalam Revolusi Surabaya 1945” karya Dr H Farij Wajdi, M.Pd, dan Jajat Darojat, S.Pd, M.Si, di Cirebon, Kamis (21/8/2025).

Pada 2024 Kiai Asep mengaku sibuk dengan Pilkada. Karena putra sulungnya Muhammad Al Barra (Gus Bara) menjadi calon Bupati Mojokerto. “Jadi saat itu saya tak bisa mengawal Kiai Abbas,” kata pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojoketo Jawa Timur itu.

Menurut Kiai Asep, kalau pada 2024 itu Kiai Abbas belum diangkat sebagai pahlawan karena kesalahan para sejarawan.

“Mereka saat itu belum bisa menarasikan perjuangan Kiai Abbas dengan data sumber-sumber primer,” tegas Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) itu.

Karena itu Kiai Asep pada tahun 2025 mengundang Prof Dr KH Usep Abdul Matin, guru besar sejarah dan peradaban Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang juga Ketua Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pahlawan (TP2GP) untuk menulis ulang sejarah .

Menurut Kiai Asep, Prof Usep Abdul Matin menulis buku Keperintisan, Keperjuangan dan Kepahlawanan KH Abbas Abdul Jamil (1883-1947). Prof Usep menulis buku itu bersama tim, diantaranya Budi Sujati, M.Hum.

“Buku profil Kiai Abbas ini diangkat dari 70 lebih sumber primer dan 26 sumber sekunder,” tutur Kiai Asep sembari mengatakan bahwa upaya menjadikan pahlawan nasional butuh perjuangan politik dan dana cukup besar.

“Menghabiskan miliaran,” tutur kiai miliarder tapi dermawan itu.

Tapi hasil perjuangannya kongkrit. Bahkan Kiai Asep optimistis bahwa Kiai Abbas akan ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada November 2025 mendatang.

Menurut Kiai Asep, di TP2GP Kiai Abbas sudah lolos. “Bukan hanya MS (memenuhi syarat tapi SMS (sangat memenuhi syarat,” kata Kiai Asep yang langsung mendapat tepuk tangan peserta bedah buku.

Kiai Asep berharap Cirebon menjadi kota pahlawan. Menurut dia, kalau Kiai Abbas dianugerahi gelar pahlawan pada 2025 berarti ada dua kiai pesantren di Cirebon yang mendapat gelar pahlawan nasional. Satunya lagi adalah KH Abdul Chalim, ayahanda Kiai Asep.

Menurut Kiai Asep, meski abahnya banyak tinggal di Leuwimunding Majalengka dan bahkan dimakamkan di Leumunding, tapi berasal dari Cirebon.

“Masyarakat lebih mengenal sebagai Kiai Abdul Chalim Cirebon,” kata kiai miliarder tapi dermawan itu.

Menyinggung Kiai Abbas yang mempelopori masuknya pelajaran bahasa Indonesia pada kurikulum pelajaran pesantren di kawasan Cirebon Kiai Asep sangat mengapresiasi. Ia berharap kepeloporan ini memberi semangat kepada masyarakat untuk mengembangkan pondok pesantren dengan mata pelajaran yang dibutuhkan masyarakat sesuai tuntutan jaman.

“Di Amanatul Ummah sebanyak 1.258 santri diterima di perguruan tinggi negeri dan luar negeri seperti berita di koran HARIAN BANGSA itu. Yang diterima di Kedokteran 65 santri,” tutur Kiai Asep.

Tahun ajaran 2025-2026 Kiai Asep menarjetkan 40 santri Amanatl Ummah masuk sekolah TNI dan Polisi sehingga mereka bisa menjadi jenderal. “Untuk Kedokteran sebanyak 100 santri,” kata Kiai Asep menejelaskan targetnya sembari mengajak masyarakat tidak kecil hati.

Menurut Kiai Asep, jasa Kiai Abbas terhadap kemerdekaan bangsa sangat besar. Begitu juga dalam mempertahankan kemerdekaan RI, terutama dalam pertempuaran 10 November di Surabaya.

Menurut dia, pertempuran 10 November di Surabaya di bawah komando dan arahan Hadratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari adalah fakta sejarah yang tak bisa dibantah.

“Sebanyak 30 ribu sampai 40 ribu mayat ditemukan di Sungai Kalimas Surabaya,” kata Kiai Asep mengutip berita koran luar negeri terutama terbitan Amerika Serikat (AS). 

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Sedekah dan Zakat Rp 8 M, Kiai Asep Tak Punya Uang, Jika Tak Gemar Bersedekah':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO