Tafsir Al-Hajj 18: Malu Kepada Alam Sekitar

Tafsir Al-Hajj 18: Malu Kepada Alam Sekitar Dr. KH. A. Musta'in Syafi'i.

Semua yang ada di dunia ini bersujud dan bertasih kepada Allah SWT. Bahkan pada ayat kaji di atas disebutkan, termasuk gunung, pohon, dan hewan melata. Persoalannya kini:

Apakah angin yang menderu atau bertiup sepoi itu sedang bertasbih? Apakah cacing yang menggeliat itu sedang bertasbih? Apakah anjing yang menggonggong itu sedang bertasbih? Apakah ayam jago yang berkokok pagi hari itu sedang bertasbih? Jawabannya, semua pasti bertasbih, cuma kita tak mengerti.

Yang sering diunggah dalam kisah-kisah agama adalah kokok ayam jago di penghujung malam. Kalangan sufistik memaknai itu sebagai teriakan mengingatkan manusia agar bangun dan shalat malam.

Batin si ayam: “itu lho... surga kalian begitu indah dan terbuka. Apa kalian tidak tertarik. Hmm, kok tidak kami yang dijanjikan surga macam itu...”.

Katanya, Rasulullah SAW pernah memberi arahan perihal apa yang mesti kita lakukan saat mendengar ayam berkokok.

“Beristighfarlah dan memintalah yang baik-baik. Karena ayam itu sedang melihat malaikat melintas. Dan memintalah perlindungan, ketika anda mendengar keledai meringkih. Karena dia sedang melihat syetan menghampiri”. Tuhan memberi keistiimewaan pada kornea mata kedua hewan ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO