Pemkot Surabaya Dinilai Tak Adil soal Parkir Minimarket, Guru Besar Unair Beri 3 Alternatif Solusi

Pemkot Surabaya Dinilai Tak Adil soal Parkir Minimarket, Guru Besar Unair Beri 3 Alternatif Solusi Prof. Dr. Rossanto Dwi Handoyo

SURABAYA,BANGSAONLIMNE.com - Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB ), Prof. Dr. Rossanto Dwi Handoyo, mengkritik kebijakan terkait pengelolaan minimarket.

Menurutnya, pendekatan yang dilakukan belum menyentuh akar persoalan dan berpotensi menimbulkan ketidakadilan bagi pelaku usaha.

Prof. Rossanto menuturkan, tindakan sidak dan penegakan aturan secara represif terhadap minimarket tidak menyelesaikan masalah utama.

Akar permasalahan justru terletak pada sistem kota yang belum ditata secara menyeluruh dan transparan.

“Masalah ada di , tapi yang dihukum malah pemilik toko. Ini tidak proporsional,” kata Prof. Rossanto, Rabu (18/6/2025).

Ia menyayangkan jika pelaku usaha menjadi korban dari sistem yang belum dibenahi.

Ia menjelaskan bahwa tindakan represif memang bisa memberi efek jera, namun tak akan efektif jika tidak diikuti dengan perbaikan sistem.

Sementara itu, pendekatan edukatif yang selama ini digagas juga dinilai kurang berdampak karena tidak ditopang sistem pendukung yang memadai.

Minimarket, lanjutnya, bukan satu-satunya sektor usaha yang memiliki lahan terbuka dan berpotensi menimbulkan permasalahan. 

Jika hanya mereka yang ditindak, maka muncul potensi kesan tebang pilih dalam penegakan aturan.

Prof. Rossanto juga mengingatkan bahwa tidak semua minimarket tergabung dalam jaringan usaha besar. 

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO