Bukan Diculik atau Kena Gendam, Ternyata ini yang Dilakukan Kusnadi Selama di Pamekasan

Bukan Diculik atau Kena Gendam, Ternyata ini yang Dilakukan Kusnadi Selama di Pamekasan Kusnadi saat memberikan keterangan di Mapolsek Balongbendo. Foto: Metro TV

Terkait ponselnya yang tidak bisa dihubungi selama beberapa hari, Kusnadi menyampaikan bahwa hp-nya tertinggal di mobil dan kehabisan baterai.

"Saya tinggal di peternakan. Dua minggu sebelum berangkat ke Madura ada teman dari Pamekasan yang survei lokasi untuk membuka Warung Madura. Dia kadang menginap di tempat saya. Karena akan pulang kampung untuk Lebaran, saya ikut saja daripada lebaran sendirian," cerita Kusnadi.

Kusnadi mengaku tiba di Pamekasan pada Rabu (4/6/2025) lalu, lalu menginap di sebuah pesantren. Ponselnya juga sempat ketinggalan di dalam mobil.

"HP saya taruh di belakang jok mobil, terus saya turun dan lupa mengambilnya. Mobilnya sudah keburu pergi. HP saya baru kembali dibawakan Sabtu (7/6/2025) malam, tapi tidak bisa langsung diisi daya karena chargernya beda. Baru bisa saya hidupkan Minggu malam sekitar pukul 23.00," jelasnya.

Saat menyalakan hp, Kusnadi terkejut karena melihat banyaknya pemberitaan yang mengatakan bahwa dirinya hilang hingga menjadi korban penculikan.

"Masya Allah, saya baca beritanya luar biasa. Langsung saya hubungi anak saya. Mereka langsung menjemput saya di Pamekasan," katanya.

Dalam kesempatan itu, Kusnadi juga meminta maaf karena membuat keluarga dan masyarakat cemas. Ia menyadari salah lantaran tak langsung memberi kabar kepada keluarga.

Ia berdalih, bahwa kondisinya yang sudah tidak tinggal serumah dengan sang istri, sehingga tak merasa harus langsung mengabari.

"Saya mohon maaf kepada keluarga dan masyarakat yang sempat cemas," tuturnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO