Lebih lanjut, ia menggarisbawahi pentingnya pelaksanaan perjanjian tersebut dengan kejujuran dan ketulusan. Pakta integritas disebutnya sebagai janji luhur untuk bekerja penuh integritas, menjunjung akuntabilitas, dan memastikan transparansi.
"Program-program yang kita kerjakan harus berorientasi pada dampak atau outcome-based performance. Perjanjian kinerja ini menjadi tolak ukur evaluasi capaian, dasar koreksi, inovasi, dan percepatan pelaksanaan program demi kesejahteraan masyarakat Kota Mojokerto," tambahnya.
Ning Ita juga menegaskan bahwa tahun 2025 menjadi momentum penting dalam perjalanan pembangunan Kota Mojokerto. Visi Kota Mojokerto yang maju, berdaya saing, berkarakter, sejahtera, dan berkelanjutan menjadi arah dan kompas kebijakan pembangunan daerah.
"Untuk itu dibutuhkan sinergi seluruh elemen pemerintah, instansi vertikal, dan masyarakat agar setiap langkah dan kebijakan berjalan konsisten menuju visi tersebut," ujarnya.










