UGM perkenalkan teknologi i wows sebagai solusi kabut asap
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta memperkenalkan teknologi yang disebut Integrated water ground fire wetland system (I-wows).
Teknologi itu, seperti dilansir VIVA.co.id diklaim dapat menjadi solusi untuk mengantisipasi kebakaran hutan, terutama lahan gambut, yang menyebabkan kabut asap, seperti di Sumatera dan Kalimantan.
BACA JUGA:
- Inovasi Penjernih Foto Berbasis AI Ini Bisa Diakses Gratis Lewat Browser
- Perbandingan Mekari Talenta vs Workday, Aplikasi HRIS Mana yang Paling Cocok Untuk Perusahaan Anda?
- Bocoran Desain iPhone Fold Semakin Kuat, Diperkirakan September 2026 Rilis
- WhatsApp Akan Rilis Paket Premium, Bisa Pin 20 Chat dan Ganti Icon
Teknologi itu hasil rancangan empat mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UGM, yakni Dirga Permata Jumas, Dian Arief Risdiyanto, Aeina Desy Rachmawati, dan Lita Yunitasari. Mereka membangun teknologi itu seorang Dosen Kimia, Dr Nurul Hidayar Aprilita.
Dirga Permata, ketua kelompok perancang, menjelaskan cara kerja secara umum I-wows. Teknologi itu memanfaatkan keberadaan sungai ada di sekitar lahan gambut. Air sungai kemudian diangkat lewat pompa yang menggunakan energi dari panel surya. Air lalu dialirkan ke tangki nanopartikel.
“Pada tangki nanopartikel ini mengandung zeolit yang dinilai ampuh dalam memadamkan api lebih cepat,” kata Dirga di Yogyakarta, Rabu, 7 Oktober 2015.
Dia mengaku telah meneliti sebab-sebab kebakaran lahan gambut, yang termasuk dalam tipe kebakaran bawah (ground fire). Kalau terjadi kebakaran, api berbentuk seperti kantung asap. Sumber titik api berada di bawah lapisan permukaan gambut. (viva.co.ic)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






