Petugas saat mengevakuasi korban tewas akibat gantung diri di Desa Wage, Kecamatan Taman, Sidoarjo.
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Warga Jalan Jeruk, Desa Wage, Kecamatan Taman, digegerkan penemuan seorang pria tewas gantung diri di samping dapur rumahnya, Senin (3/1/2025) malam. Korban diketahui bernama Fajar Nur (18).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Fajar merupakan salah satu pelajar SMA Negeri. Masih belum diketahui motif apa yang membuat korban melakukan bunuh diri.
BACA JUGA:
- Dump Truk Nyungsep Tabrak Bengkel dan Tembok Pabrik di Bringinbendo Sidoarjo
- PNS Asal Taman Sidoarjo Meninggal Mendadak Usai Isi BBM di SPBU Kalijaten
- 2 Kecelakaan Motor di Balongbendo Renggut Tiga Nyawa
- Kasus Perusakan Makam Mbah Dirjo Joyo Ulomo Masuk Tahap Penyidikan, SPDP Dikirim ke Kejari Sidoarjo
Sebelumnya, korban sempat dievakuasi ke Rumah Sakit Usada, Wage, namun sudah dinyatakan meninggal dunia. Peristiwa itu bermula saat ibu kandung korban baru saja sampai di rumah.
"Keluarganya masuk ke dalam rumah itu melihat anaknya gantung diri," kata warga setempat.
Menyaksikan anaknya gantung diri di samping dapur, sang ibu berteriak histeris dan terdengar oleh warga setempat. Mendengar teriakan itu, masyarakat berbondong-bondong menuju rumah korban.
"Pas warga ke rumah korban sudah melihat korban dalam keadaan gantung diri," ucapnya.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Taman, AKP Hajir Sujalmo, mengatakan bahwa korban menggantung pada jemuran besi yang biasa digunakan untuk olahraga (pull up).
Disebutkan olehnya, warga beserta keluarga sempat berupaya menyelamatkan korban dengan memotong tali warna putih yang digunakan untuk bunuh diri, lalu korban diturunkan.
"Korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Usada, Wage, Taman yang tidak jauh dari rumah korban," tuturnya.
Namun, korban sudah dinyatakan meninggal dunia oleh dokter. Kemudian kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Taman.
Setelah dilakukan olah TKP, telah ditemukan sebuah buku dan satu botol obat nyamuk di atas kasur. Dalam buku tersebut tertulis surat wasiat yang berbunyi, "meminta permintaan maaf kepada keluarga agar mengikhlaskan kepergiannya."
Setelah dilakukan olah TKP oleh Tim Inafis Polresta Sidoarjo, kata Hajir, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Terdapat tanda-tanda jeratan di leher, selanjutnya keluarga korban meminta untuk segera dikebumikan. (cat/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




