Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo (kiri) saat melakukan penandatanganan penggunaan teknologi CCU. Foto: ist.
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI menunjuk Petrokimia Gresik sebagai industri percontohan dalam penggunaan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU) dalam rangka mengurangi emisi industri (dekarbonisasi).
Penunjukan perusahaan solusi agroindustri anggota holding pupuk Indonesia ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman yang ditandatangani Petrokimia Gresik bersama Kemenperin dan Uwin Resource Regeneration Inc. (UWIN) di Jakarta.
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annugroho; bersama Sekretaris Jenderal Kemenperin, Eko S. A. Cahyanto; dan Direktur Uwin Resource Regeneration Inc. Chinh Hsiang Hsu.
Dwi Satriyo menyampaikan, Petrokimia Gresik memiliki komitmen kuat mengurangi emisi industri untuk mendukung program Net Zero Emission (NZE) yang ditarget Pemerintah tahun 2050.
Upaya ini juga merupakan arahan dari Kementerian BUMN dalam rangka mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang mendorong kehidupan harmonis dengan lingkungan dan alam.
"Petrokimia Gresik telah lama menggencarkan program dekarbonisasi. Melalui serangkaian inisiatif yang terukur, upaya ini memastikan bahwa Petrokimia Gresik tidak hanya menerapkan prinsip-prinsip Sustainable Development Goals (SDGs) dalam kegiatan operasionalnya, tetapi juga patuh terhadap regulasi emisi yang berlaku," ucap Dwi Satriyo, Sabtu (25/1/2025).
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




