Prof Dr KH Ridlwan Nasir. Foto: ist
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya berduka. Dr KH M Ridlwan Nasir, M.A, guru besar UINSA wafat dalam perjalanan pulang dari tanah suci Makkah, Rabu (15/1/2025) malam.
Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya Surabaya, Prof. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA., M.Phil., Ph.D., menyampaikan duka mendalam atas wafatanya sosok yang dinilai sebagai panutan itu. Bagi Prof Muzakki, Prof. Ridlwan merupakan sosok pengayom yang patut dijadikan teladan.
BACA JUGA:
- Pastikan Tepat Waktu, Kemenhaj Kawal Ekspor Perdana 100 Ton Bumbu Pasta dan RTE Haji 2026
- Pemerintah Buka Ekspor Bumbu dan RTE Haji 2026, UMKM Indonesia Tembus Rantai Pasok Global
- Kemenhaj Ingatkan PPIU Taat Aturan dalam Tangani Jemaah Umrah yang Terdampak Eskalasi Timur Tengah
- Persiapan Operasional Haji Capai 100 Persen, Menhaj Gus Irfan Tegaskan Tetap Berangkat Sesuai Jadwal
“Keilmuan serta kesalehan privat dan publiknya terjaga. Beliau orang tua yang sangat perhatian kepada kami semua. Beliau guru yang sangat dekat dengan muridnya. Komitmen untuk membantu yang lain juga luar biasa. Kami semua di UIN Sunan Ampel Surabaya sangat kehilangan atas kapundut-nya beliau,” ujar Prof. Muzakki dalam rilis UINSA yang diterima BANGSAONLINE, Kamis (16/1/2025).
Prof Muzakki mengajak segenap pegawai dan civitas akademika UIN Sunan Ampel Surabaya Surabaya untuk turut serta mengantar jenazah ke peristirahatan terakhir.

Prof. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA., M.Phil., Ph.D.
Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya dua periode (2000-2008) itu wafat pada usia 75 tahun.
Menurut rilis dari UINSA, sekitar pukul 21.00 pada Rabu, 15 Januari 2024, tersebar informasi Prof Dr Ridlwan Nasir wafat.
Pada Rabu, 15 Januari 2025, rombongan umrah terbang dari Jeddah lalu transit di Kuala Lumpur. Dalam penerbangan dari Kuala Lumpur ke Surabaya, Prof. Ridlwan mengembuskan napas terakhir dalam penerbangan. Pesawat yang ditumpangi Prof Ridlwan Nasir mendarat darurat di Bandar Udara Internasional Hang Nadim Batam Kepulauan Riau. Jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Batam.
Jenazah Prof Ridlwan Nasir baru diterbangkan kembali ke Surabaya pada Kamis (16/1/2025) dengan menggunakan pesawat lain dengan transit di Bandara Jakarta.
Setelah mendarat di Bandara Juanda, janazah akan dibawa ke rumah duka sekitar pukul 15.30 WIB. Selain dishalatkan di rumah duka, jenazah juga akan dishalatkan di beberapa masjid. Diantaranya di Masjid Raya Ulul Albab Kampus A. Yani UIN Sunan Ampel Surabaya sekitar pukul 16.40 WIB.
Kemudian di Masjid Al Akbar Surabaya sekitar pukul 17.30 WIB. Terakhir, jenazah akan dimakamkan di Pemakaman Pesantren Alif Lam Mim Surabaya.
Seperti diberitakan BANGSAONLINE, Rabu (15/1/2025) tadi malam, Prof Dr KH Ridlwan Nasir wafat dalam perjalanan pulang dari ibadah umrah di tanah suci Makkah. Pesawat yang ditumpangi jenazah Prof Ridlwan Nasir langsung mendarat di Bandara Internasional Hang Nadim Batam Kepulauan Riau.
Dr KH Mauhibur Rokhman (Gus Mauhib) yang mendampingi dan mengurus jenazah Prof Ridlwan Nasir di Batam. Rektor Universitas KH Abdul Chalim (UAC) Pacet Mojokerto itu terus mendampingi sampai ke Surabaya. Gus Mauhib bersama Dr Affan, Wakil Rektor UAC.
“Jadwalnya pukul 14.30 sampai di Surabaya,” tutur Gus Mauhib kepada BANGSAONLINE, Kamis (16/1/2025.).
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




