Calon Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa, saat silaturahmi ke kediaman Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Ploso, KH. Nurul Huda Djazuli.
Menengok catatan sejarah Pondok Pesantren yang kental mengajarkan Alquran dan salaf ini didirikan dalam bentuk madrasah dan pesantren. Di awal pendiriannya, KH A Djazuli Usman memanfaatkan serambi masjid untuk kegiatan belajar mengajar para santri.
Tanpa terasa saat ini santri di Pondok Pesantren Al Falah sudah mencapai puluhan ribu, dan menjadi pusat pembelajaran Islam besar di Jatim dan Indonesia.
“Saat ini mencetak generasi yang pintar saja tak cukup. Mencetak generasi masa depan harus paket lengkap, yaitu pinter dan bener. Pengajaran materi akademik harus berseiring dengan penanaman akhlak dan budi pekerti yang baik. Sehingga lahir generasi unggul berintegritas,” kata Khofifah.
Nantinya, ia berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pondok pesantren di Jawa Timur, khususnya dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat.
“Pondok pesantren adalah mitra strategis pemerintah dalam membangun peradaban yang berlandaskan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan,” ujarnya.
Di Jawa Timur, ada lebih dari 6.000 pesantren, dan Pondok Pesantren Al Falah Ploso menjadi salah satu kekuatan, dan pilar bangsa untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. (dev/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




