Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Kediri saat menerima kunjungan kerja dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemen Komdigi) RI.
KOTA KEDIRI,BANGSAONLINE.com - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Kediri menerima kunjungan kerja dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemen Komdigi) RI, Jumat (8/11/2024) di Ruang Command Center Balai Kota Kediri.
Pertemuan ini turut dihadiri pula oleh perwakilan lintas sektor dari Dinas Kominfo, DPMPTSP, DPKP, Satpol PP, Bappeda dan BPPKAD.
BACA JUGA:
- Wawali Kediri Beri Semangat Peserta Lomba Tartil dan Cerdas Cermat Al-Quran di Manisrenggo
- Wali dan Wawali Kota Kediri Perkuat Sinergi dengan Pesantren Pascalebaran
- Wawali Gus Qowim Hadiri Muscab PKB Kota Kediri
- Harga Rawit dan Bawang Merah di Kota Kediri Hari Ini Naik, Cabai Keriting dan Telur Kampung Turun
Ada beberapa poin pembahasan yang menjadi materi diskusi dalam pertemuan tersebut. Diantaranya terkait rencana pembangunan jaringan telekomunikasi (kabel fiber optik, Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) dan menara telekomunikasi serta konsep kebijakan penataan kabel udara).
Plt Kepala Dinas PUPR Yono Heryadi menuturkan kunjungan kerja dilakukan dalam rangka penyesuaian dan sharing ilmu terkait Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT).
Di mana Kota Kediri untuk tahun ini telah menyusun masterplan penataan kabel fiber optik. Selain itu telah merencanakan dua titik lokasi pembangunan jaringan bersama yaitu di Jalan Veteran dan Jalan Sudirman.
“Kita rencanakan untuk semua kabel-kabel yang ada di udara kita turunkan agar nantinya tidak ada lagi jaringan kabel yang semrawut di atas sehingga bisa mempercantik tata ruang kota Kediri,” jelasnya.
Untuk merealisasikan hal tersebut, Yono mengaku masih menunggu desain standar dan aturan terkait pembangunan SJUT yang sedang disusun oleh Kementerian Komdigi.
“Sesuai hasil diskusi hari ini, realisasi pembangunan SJUT kita lakukan menunggu aturan terkait dengan SJUT yang sedang disusun karena beberapa daerah yang sudah membangun SJUT terkendala beberapa masalah salah satunya tentang tarif sewa yang terlalu tinggi,” ungkapnya.






