Pertama di Indonesia, Pentas Wayang Perjuangan Hadratussyaikh, Dalang Ki Cahyo Kuntadi Riset Dulu

Pertama di Indonesia, Pentas Wayang Perjuangan Hadratussyaikh, Dalang Ki Cahyo Kuntadi Riset Dulu KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) saat menyampaikan sambutan dalam Pagelaran Wayang Hadratussyaikh di halaman Kampus B Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Sabtu (2/11/2024) malam. Foto: MMA/bangsaonline

mengakui Kiai Cahyo Kuntadi memang datang ke .

“Diskusi dengan saya dua kali,” kata kepada BANGSAONLINE. 

kini banyak menghimpun sejarah perjuangan Hadratussyaikh. Untuk ditulis sebagai buku. 

Ki Cahyo Kuntadi juga berdiskusi dengan Ustadz Ahmad Roziqi, Direktur Ma’had Aly Tebuireng.

menyambut baik kisah perjuangan Hadratussyaikh diangkat menjadi lakon wayang. Sebab nilai-nilai dan keteladanan perjuangan Hadratussyaikh akan semakin luas diketahui publik

“Selama ini sejarah perjuangan Hadratussyaikh dikubur,” kata kepada BANGSAONLINE di sela-sela nonton wayang kiai tersebut.

menuturkan, ide pementasan Hadratussyaikh ke dalam wayang itu dicetuskan kali pertama oleh Prof Bambang Tjahjadi.

"Ini menarik," kata .

Dalam pagelaran wayang kiai itu Prof Bambang Tjahjadi tampak menonton sampai usai.

Pagelaran wayang kiai ini memang hasil kerjasama antara Sekolah Pascasarjana dan PWNU Jawa Timur. Terutama dalam rangka Dies Natalis ke-70 dan ke-40 Sekolah Pascasarjana . Selain itu juga dalam rangka memperingati peristiwa 10 November 1945.

"Lakon dan tema yang diangkat sangat spesial, yakni Fatwa dan Resolusi Jihad dalam Perang Rakyat Semesta di Surabaya, 10 November 1945. Pagelaran wayang ini seru, karena kisah heroik resolusi jihad dan pertempuran Surabaya ini dibawakan oleh Ki Dalang Cahyo Kuntadi yang terkenal dengan aksinya," ujar Prof Badri Munir Sukoco, Direktur Sekolah Pascasarjana .

(Gus Riza (tengah, nomor dua dari kanan) dan Gus Ali Faishol (nomor dua dari kiri) dan M Mas'ud Adnan (paling kanan). Foto: BANGSAONLINE)

Menurut Gus Riza, pementasan lakon perjuangan Hadratussyaikh dalam wayang ini merupakan kali pertama. Sebelumnya, tutur putra KH M Yusuf Hasyim itu, tak pernah ada perjuangan Hadratussyaikh diangkat ke dalam lakon wayang. Karena itu cucu Hadratussyaikh itu sangat mengapresiasi.

Banyak sekali keluarga yang hadir dalam pagelaran wayang santri itu. Selain dan Gus Riza juga hadir Nyai Farida Shalahuddin Wahid, Dr Ali Faishal, Gus Ghaffar, dan para dzurriah yang lain. Juga tampak para alumni .

Begitu juga dari PWNU Jatim. Banyak pengurus PWNU Jatim hadir.

Yang menarik, antusiasme masyarakat cukup tinggi. Bahkan banyak sekali penonton pagelaran wayang kiai ini. Kursi yang disiapkan panitia berjumlah ratusan itu penuh. Selain dosen dan mahasiswa juga tampak masyarakat penggemar wayang.

Bahkan di pinggir jalan, di luar kampus tampak banyak masyarakat ikut menonton. Mereka menonton pagelaran wayang kiai itu sampai selesai.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO