Camat Puncu Firman Tappa didampingi Forkompimcam Puncu dan Perwakilan Perhutani Kediri saat berbicara kepada warga Satak di Pendopo Kecamatan Puncu. Foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Ratusan warga Desa Satak, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menggeruduk Kantor Kecamatan Puncu, Jumat (25/10/2024). Kedatangan mereka untuk mengadukan terkait hak garap tanah Perhutani.
Warga meminta pihak Kecamatan Puncu ikut membantu penyelesaian permasalahan terkait tanah Perhutani seluas sekitar 350 hektare yang tidak dibagikan kepada warga. Tanah tersebut saat ini dikelola oleh LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) Budi Daya, Desa Satak.
BACA JUGA:
Dalam kesempatan itu, warga ditemui oleh Camat Puncu Firman Tappa yang didampingi Kapolsek Puncu AKP Gatot Pesantoro, perwakilan Koramil Puncu, dan Pihak Perhutani Kediri.
Nurul Budianto, korlap warga, mengatakan inti tuntutan warga Desa Satak adalah mendapat hak garap tanah Perhutani yang selama ini dikelola oleh LMDH Budi Daya. Padahal, warga sebelumnya sudah diminta membayar uang yang jumlahnya bervariasi, antara Rp215.000 sampai Rp500.000.
Nurul mengungkapkan bahwa warga Desa Satak dan anggota LMDH Desa Satak tidak setuju jika tanah yang seharusnya menjadi hak garap warga ditanami oleh perusahaan pembibitan jagung dan dibuat kemitraan tanaman nanas oleh orang-orang luar Desa Satak.
Dalam kesempatan itu, Nurul juga menuntut transparansi iuran 1.300 anggota koperasi yang jumlahnya mencapai Rp416.000.000. Ia menyebut, dana sebesar itu berasal dari iuran anggota yang masing-masing ditarik Rp320.000.
Begitu juga terkait AD/ART lembaga, Nurul mendesak agar disampaikan kepada anggota secara detail.
"Supaya masyarakat merasa tidak dibodohi dan mengerti hak-haknya," cetusnya.
Sementara Purwandi (74), warga Satak lainnya, mendesak agar Ketua LMDH Budi Daya Satak diganti karena sudah memimpin selama 20 tahun.
Sementara Camat Puncu, Firman Tappa, mengatakan bahwa pihaknya bersama Muspika Puncu sebenarnya sudah tahu sejak lama terkait permasalahan yang dikeluhkan warga.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




