Diskusi Publik tentang Kesenjangan Regulasi dan Implementasi Masalah Lingkungan Hidup yang dilakukan secara daring
MALANG,BANGSAONLINE.com - Membahas masalah sampah memang tidak akan ada habisnya.
Terlebih problem sampah selalu bersinggungan dengan aktivitas masyakarat sehari-hari.
BACA JUGA:
- Teken PKS PSEL Disaksikan Menteri LH, Bupati Malang Siap Kolaborasi Tuntaskan Masalah Sampah
- Pamekasan Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih 2025, DLH Dorong Inovasi 3R dan Zero Waste
- Kota Malang Raih Sertifikat Menuju Kota Bersih, Peringkat 7 Nasional
- Kurangi Sampah Plastik PET, Lulusan ITS Ciptakan Model Reserve Logistics
Dr. Dewi Kencanawati, M.Pd, Ketua 2 Perkumpulan Ilmuwan Sosial Humaniora Indonesia (PISHI) menyebut adanya kesenjangan pada implementasi undang-undang lingkungan hidup.
Hal itu disampaikannya saat membuka Diskusi Publik tentang Kesenjangan Regulasi dan Implementasi Masalah Lingkungan Hidup.
"Sejumlah aturan perundangan-undangan tentang lingkungan hidup sebenarnya telah cukup lengkap, namun implementasi di lapangan masih terdapat kesenjangan,” ujar
Getah Ester Hayatulah, S.H., M.H. dalam paparan materinya mengungkapkan, permasalahan lingkungan hidup dalam segala segi adalah permasalahan global.
Global boiling terjadi karena banyak hal terkait lingkungan hidup, salah satunya karena peraturan perundangan yang dibuat tidak atau kurang dilaksanakan secara maksimal.
"Dengan adanya perubahan dalam Undang-undang Cipta Kerja, beberapa ketentuan diubah dan disoroti akan isu dampak lingkungannya dalam rangka peningkatan ekosistem investasi dan kegiatan berusaha," ujar Dosen Universitas Krisnadwipayana ini.
Lantas ia memberi contoh tentang perizinan berusaha dalam rangka memberikan kemudahan untuk memperoleh persetujuan lingkungan.
Pelibatan pemerhati lingkungan dalam penyusunan dokumen AMDA, proses OSS, adanya restorative justice, tanggungjawab limbah B3, penghapusan pasal pembekuan atau pencabutan izin (sanksi administrasi).
Sementara itu Muhammad Kamal dari Humanity First mengungkapkan, peringatan yang difirmankan Tuhan kepada kita itu sudah sangat jelas sekali, bahwa kerusakan bumi kita ini karena ulah manusia.
Oleh karena, perubahan mindset harus berangkat dari diri kita masing-masing.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




