Cawapreskan Gibran, Prabowo Kehilangan Pendukung Utama, Pendukung Jokowi Pecah ke Ganjar

Cawapreskan Gibran, Prabowo Kehilangan Pendukung Utama, Pendukung Jokowi Pecah ke Ganjar Prabowo Subianto. Foto: jpnn.com

JAKARTA, BANGSAONLINE.com – Calon Presiden Prabowo Subianto tampaknya mengalami dilema politik cukup besar. Strategi politik “mengekor Jokowi” ternyata tak otomatis menguntungkan secara elektabilitas.

Kenapa? Karena pendukung utama Prabowo - yang selama ini sangat fanatik - ternyata hengkang. Mereka lari ke Anies Baswedan. Contoh Habib Rizieq Shihab. Tokoh FPI ini sekarang mendukung Anies Baswedan. Begitu juga tokoh-tokoh lainnya.

Prabowo sejatinya sadar bahwa pendukung setianya sudah pindah ke pelukan Capres lain, terutama Anies Baswedan. Dalam pidatonya di berbagai tempat Prabowo mengaku memaklumi bahwa para pendukungnya sangat kecewa karena dirinya merapat ke Jokowi. Tapi Prabowo yakin bahwa keputusan politiknya itu sudah tepat.

Prabowo memang berharap mendapat dukungan relawan atau loyalis Jokowi. Tapi para relawan Jokowi pun tak utuh. Bahkan pecah secara ekstrem. Jadi dua kubu. Ada yang mendukung Prabowo dan ada yang mendukung .

Contoh Projo. Ada Projo versi Budi Arie Setiadi. Yang masih mendukung Jokowi. Yang otomatis mendukung Prabowo. Ada juga Projo Ganjar yang dipimpin Haposan Situmorang. Bahkan tiga DPC Projo yang dipimpin Budi Arie langsung hengkang tak lama setelah Rakernas Projo mendukung Prabowo. Yaitu DPC Projo Jakarta Utara, Selatan dan Timur. 

Kini Prabowo makin dilematis ketika media memberitakan bahwa ia disebut-sebut akan menggandeng Gibran Rakabuming Raka – putra Jokowi – sebagai calon wakil presiden (Cawapres). Tentu jika Mahkamah Konstitusi (MK) meloloskan gugatan PSI soal batasan usia Capres-Cawapres, dari minimal 40 tahun, menjadi 35 tahun atau di bawahnya. 

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Presiden RI Prabowo Subianto Siapkan Strategi Ciptakan Lapangan Kerja':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO