Warga saat membeli beras di Pasar Kolpajung, Pamekasan.
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Pemkab Pamekasan melalui dinas perindustrian dan perdagangan (Disperindag) dan Bulog menggelontorkan 8 ton beras di Pasar Kolpajung dalam rangka menekan harga beras yang melonjak.
"Operasi beras ini adalah salah satu langkah dalam pengendalian inflasi, di mana kita ketahui bersama mulai dari Desember terjadi kenaikan harga beras yang cukup tinggi. Yang mana dipengaruhi oleh cuaca, adapun cuaca yaitu kekeringan kemudian el nino cuaca panas yang dapat mempengaruhi musim panen padi," kata Kabid Perdagangan Disperindag Pamekasan, Sitti Shalehah Yuliati, Selasa (10/10/2023)
BACA JUGA:
- Kunker ke Pamekasan, Mensos Gus Ipul Bakal Evaluasi Usai Dugaan 40 Persen Bansos Tak Tepat Sasaran
- Tangis dan Doa Iringi Pelepasan 791 Jemaah Haji, Bupati Pamekasan Minta Jaga Kondisi Fisik
- Penyaluran 8.000 Ton Beras Dimulai, Bupati Jember Minta Warga Ikut Awasi Bantuan
- Lepas Keberangkatan 1.384 Jamaah Haji, Bupati Pamekasan Tekankan Hal ini
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dengan kenaikan harga beras yang cukup tinggi tersebut pemerintah melakukan rapat koordinasi inflasi pengendalian sungai pada awal Desember yang di pimpin langsung oleh Tito Mentri dalam Negeri.
"Ini merupakan visi misi dari presiden dan pengambilan langkah untuk menurunkan harga beras. operasi pasar ini di fokuskan yaitu kepada masyarakat langsung, kemudian kios dan penjual eceran beras," jelasnya.
Sebelumnya, operasi pasar beras SPHP ini sudah di lakukan sebanyak 3 kali di Pamekasan. Di antaranya Selasa 29 Agustus 2023 di Pasar Kolpajung, dan Selasa 12 September 2023 di Halaman Kantor Kecamatan Waru, Senin 18 September 2023 di Pasar 17 Agustus. (dim/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




