Petugas dari Polsek Plosoklaten saat mengamankan truk yang membawa seperangkat sound system berukuran besar. Foto: Ist
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Petugas dari Polsek Plosoklaten menghentikan dan mengamankan 7 truk yang ikut iring-iringan karnaval di Desa Pranggang, Minggu (20/8/2023). Sejumlah kendaraan itu ditengarai berpotensi mengganggu ketenangan masyarakat karena suara yang begitu keras dari sound system yang dimuat.
Kapolsek Plosoklaten, Iptu Dwi Widodo, mengatakan bahwa tindakan preventif itu dilakukan untuk mencegah terjadinya adu kekuatan sound system atau yang dikenal dengan istilah battle sound.
BACA JUGA:
- Sengketa Proyek Griya Keraton Sambirejo Berlanjut ke Arbitrase
- Ini Bantahan Dandim 0809 Kediri soal Viralnya Video Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih
- Halaqah Keuangan Haji Kediri: Strategi BPKH Optimalkan Dana Jemaah dan Solusi Pangkas Antrean
- Wali Kota Kediri Berangkatkan 1.100 Pekerja Hadiri Peresmian Museum Marsinah di Nganjuk
“Petugas memasukkan 7 truk bermuatan sound system besar ke Lapangan Desa Pranggang,” ujarnya kepada awak media, Minggu (20/8/2023).
Pengamanan beberapa truk yang membawa sound system berukuran besar itu dilakukan Polsek Plosoklaten bersama personel dari Polres Kediri. Saat ini, semua sound system dalam truk tidak dibunyikan.
Sementara itu, menurut salah seorang petugas yang tidak bersedia disebut namanya menyebut, apa yang dilakukan Polsek Plosoklaten dengan dukungan dari Polres Kediri tersebut sebagai upaya penanganan awal.
"Patut kita apresiasi, agar tidak ikut dalam iring-iringan karnaval. Apapun alasannya, battle sound tidak diperkenankan, kecuali sound sewajarnya saja, dengan tidak mengganggu kenyamanan maupun ketertiban masyarakat," paparnya. (uji/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




