Bupati Situbondo, Karna Suswandi, bersama jajaran FKUB, Kemenag, Muspika Banyuputih dan aparatur Desa Wonorejo dalam giat Tumpeng Sewu.
"Dengan kreatifitas dan nnovasi, tumpeng sewu semakin lama semakin dikenal tidak hanya diwonorejo tapi masyarakat lain, terkenal di regional Jawa Timur bahkan nasional," ucapnya.
Sekretaris Forum Komunikasi Umat beragama (FKUB) Situbondo, Muhammad Hanif, menyebut kehadiran bupati bersama jajarannya dalam kegiatan itu adalah suatu kebahagian bagi masyarakat desa.
"Harapan masyarakat ada kehadiran pemerintah di setiap kegiatan kegiatan yang melibatkan banyak agama di situ. Makanya masyarakat senang pak Bupati datang, fkub, bakesbangpol, kemenag datang sehingga mereka tidak merasa sendirian," ungkapnya.
Hanif menjelaskan pentingnya dukungan pemerintah daerah terhadap desa ini.
"Kebetulan desa wonorejo selain menjadi desa kebangsaan dan Pancasila yang ditetapkan pemerintah sebelumnya. Di wonorejo sudah ditetapkan kampung moderasi beragama untuk Situbondo," kata Wakil Kepala MAN 2 Situbondo itu.
Ia menambahkan, FKUB mensupport maksimal kegiatan ini.
"karen ada hubungannya dengan menjaga dan merawat persatuan di tengah perbedaan terutama perbedaan agama. FKUB juga mensupport dana utk kesuksesan acara tadi," ujarnya.
Pria yang jua aktif di radio ini berharap moderasi dan toleransi kehidupan beragama di desa ini dapat menjadi inspirasi di daerah lainnya.
"Kebersamaan itu yang membuat FKUB terpanggil, selain wonorejo sebagai kampung moderasi beragama kami juga terpanggil bagaimana apa yang terjadi di wonorejo itu bisa menjadi inspirasi bagi kehidupan beragama di tempat lain," pungkasnya. (adv/sbi/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




