Lulusan Sampoerna Academy yang punya pendidikan berkualitas.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Berdasarkan data dari situs wearesocial.com, penggunaan smartphone atau tablet tercatat sebanyak 355,5 juta unit, sedangkan populasi manusia di Indonesia sebesar 268,2 juta. Ini, membuktikan penyebaran ponsel pintar di Indonesia, lebih besar dari pada populasi jiwanya.
Namun, penyebaran teknologi ini, tidak disertai dengan dukungan dan dorongan penggunaan yang bijak, sehingga, menimbulkan efek yang buruk bagi generasi muda.
BACA JUGA:
- 7 Kelebihan dan Kekurangan Realme C100 Berdasarkan Spesifikasinya
- Samsung Galaxy A37 5G: Kamera 50MP Jernih dan AI Paling Canggih untuk Konten Kreator Muda
- Kenali Samsung Galaxy A57 5G, A Series Powerful dengan AI Paling Canggih dan Desain Premium
- Bocoran Desain iPhone Fold Semakin Kuat, Diperkirakan September 2026 Rilis
Hal tersebut, membuat Sampoerna University berkontribusi dalam meningkatkan intelektual atau kecerdasan.
Rektor Sampoerna University, Wahdi Yudhi mengatakan, Sampoerna University merupakan satu-satunya universitas di Indonesia yang menawarkan kurikulum berstandarkan pendidikan di Amerika.
"Dengan standar nasional dan internasional, Sampoerna University berkomitmen untuk selalu memberikan kontribusi substantif kepada masyarakat Indonesia melalui pendidikan,” katanya, Jumat (24/2).
Menurutnya, dengan menjadikan penggunaan ponsel secara bijak, bisa memberikan pemahaman dan hal itu, didapat dari Sampoerna Academy karena disana diajarkan menjadi generasi muda yang berkompeten dan berkualitas.
"Semoga dengan meningkatnya generasi muda yang berkualitas akan mengangkat derajat dan martabat bangsa Indonesia," pungkasnya. (diy/sis)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




