Ilustrasi minyak goreng bekas. Foto: Freepik
JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Beberapa bulan yang lalu, Indonesia mengalami kenaikan harga minyak goreng, hingga akhirnya pemerintah memberikan bantuan subsidi minyak goreng kepada masyarakat yang tidak mampu.
Hal ini, membuat masyarakat lebih menghemat dalam penggunaan minyak goreng. Namun sebagian orang, lebih memilih membuang minyak goreng bekas tersebut.
BACA JUGA:
- Beli Minyak Goreng Dikirim Batu, Penjual Sembako di Pasuruan Jadi Korban Penipuan Rugi Rp1 Juta
- Lewat Program GoodDrop, Masyarakat Kota Malang Bisa Tukar Minyak Jelantah Jadi Minyak Baru
- Harga Sembako Jatim 1 Mei 2025: Beras Medium Rp12.489/kg, Cabai Rawit Rp35.509/kg
- Harga Sembako Surabaya Jelang Ramadhan: Bawang Putih Rp40.333/kg, Cabai Rawit Rp76.500/kg
Minyak jelantah yang dibuang ke saluran air atau wastafel memiliki dampak buruk, termasuk membuang minyak goreng bekas ke saluran pembuangan toilet.
Jika memang tak ingin menggunakan minyak goreng bekas tersebut, alangkah baiknya jangan membuang minyak jelantah sembarangan. Sebab, hal itu akan memberikan dampak yang buruk.
Berikut penjelasannya dampak membuang minyak goreng bekas di wastafel dan solusinya.
Dampak membuang minyak jelantah ke saluran pembuangan air
Dikutip Kompas.com, minyak goreng yang sudah tidak dapat digunakan kembali jangan dibuang sembarangan. Sebab, minyak yang berbahan dasar dari lemak, akan menjadi membeku dan mengeras apabila terkena air yang memiliki suhu yang dingin.
Sehingga, saat dibuang ke saluran pembuangan air, minyak jelantah akan membeku dan membuat sumbatan dan membuat bau yang tidak sedap.
Jika hal ini sudah terlanjur terjadi, yang harus dilakukan adalah menuangkan air panas ke saluran pembuangan, setelah itu, menuangkan campuran cuka dan baking soda.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




