Selanjutnya, Yulianto menceritakan bahwa sebelumnya belum ada cacatan sejarah maupun informal tentang keberadaan sumur kuno itu. Oleh karena itu, pihaknya melaporkan atas temuannya kepada pemerintah setempat.
"Oleh karena itu, sekarang kita melapor pemerintah agar bisa mengungkap sejarah desa kami ini," papar Yulianto
Sebagaimana dijelaskan oleh pemerhati sejarah Komunitas Khazanah Peduli Budaya Kabupaten Tulungagung, Bambang Eko Ariadi, menunjukkan temuan sumur tua tersebut berupa struktur tatanan batu bata merah berbentuk persegi empat dengan ukuran panjang sama sisi kurang lebih 1 meteran dan pada bagian tengah berlubang mirip sumur.
"Bentuknya kotak, posisinya hampir sejajar dengan tanah, sebelumnya warga menutupnya supaya tidak membahayakan," terangnya










