Korban penganiayaan saat menjalani perawatan di IGD RSUD dr Mohammad Zyn, Sampang. Foto: MUTAMMIM/BANGSAONLINE
SAMPANG, BANGSAONLINE.com - Anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Madura Bersatu (Formabes), Maskur, menjadi korban penganiayaan yang dilakukan anggota DPRD Sampang dari Fraksi PDIP berinisial IN bersama komplotannya. Ia mengaku jadi sasaran karena menyoroti proyek Pokmas di Desa Baruh, Kecamatan Sampang.
Warga Kampung Glisgis, Desa Gunung Maddah, itu mengatakan bahwa gerombolan yang terdiri dari anggota dewan, Sekretaris Desa Pangelen, dan pihak pekerja pokmas mendatanginya di Jalan Saketeng, Desa Panggung, Kecamatan Sampang, sekitar pukul 13.00 WIB.
BACA JUGA:
- Diskopimdag Sebut Konflik Timur Tengah Belum Pengaruhi Harga Pangan di Sampang
- Bukan karena Konflik Timteng, Pemkab Sampang Sebut Stok LPG Dipengaruhi Permintaan Tinggi
- Konflik Timur Tengah Masih Panas, Disnaker Sampang Sebut Pengiriman Pekerja Migran Tetap Berjalan
- Diskominfo dan Dinsos Sampang Kolaborasi Siapkan Sosialisasi Larangan Medsos Anak di Bawah 16 Tahun
"Janjian di warung kopi untuk konfirmasi. Tapi pas datang lima orang itu menganiaya saya dengan tuduhan memberi tahu temuan ini kepada teman-teman saya padahal saya tidak memberi tahu," ujarnya saat ditemui di IGD RSUD dr. Mohammad Zyn, Sampang, Rabu (10/8/2022).
Ia mengungkapkan, anggota dewan itu menganiaya di bagian muka sebelah kiri, dekat dengan kuping. Sedangkan Maskur tidak mengingat siapa yang memukul bagian hidung hingga patah tulang dan mengalami pendarahan sampai dirawat di rumah sakit.
"Si oknum anggota Dewan itu memukul muka bagian kiri dan yang mukul untuk bagian hidung saya tidak ingat. Sementara waktu saya harus menjalani perawatan di RSUD Sampang karena patah tulang hidung dan pendarahan," ungkapnya.
Hingga saat ini, anggota dewan yang diduga melakukan penganiayaan belum bisa dihubungi BANGSAONLINE.com. (tam/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




