Kamis, 29 Juli 2021 09:32

Bupati Pamekasan: Duta Genre Tidak Hanya Mengedukasi Keluarga Berencana, Tapi Harus Menginspirasi

Selasa, 01 Juni 2021 14:27 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yeyen
Bupati Pamekasan: Duta Genre Tidak Hanya Mengedukasi Keluarga Berencana, Tapi Harus Menginspirasi
Suasana Grand Final Pemilihan Duta Genre Pamekasan 2021 di Mandhapa Agung Ronggosukowati.

PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten Pamekasan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menggelar pemilihan Duta Generasi Berencana (genre) 2021 di Mandhapa Agung Ronggosukowati, Minggu (30/05/21) malam.

Dalam sambutannya, Kepala DP3AP2KB Pamekasan Dra. Yudistinah, M.M. mengungkapkan, pemilihan Duta Genre 2021 bertujuan meningkatkan sosialisasi dan promosi program bangga kencana dan program pembangunan keluarga kependudukan dan keluarga berencana di kalangan pemuda.

"Kemudian untuk mengembangkan citra positif program genre melalui figur duta genre, serta menambah wawasan yang luas melalui jejaring kemitraan dan pemangku kepentingan terhadap program genre," jelasnya.

Yudistina menambahkan, babak penyisihan Duta Genre 2021 sudah dilaksanakan pada tanggal 22 Mei 2021 di Pendopo Budaya Pamekasan yang diikuti oleh 42 peserta dari tingkat SMA dan yang sederajat, serta perguruan tinggi.

BACA JUGA : 

Bupati Pamekasan Berikan Paket Penambah Imun ke Satgas Pemakaman dan Relawan Covid-19 FRPB

PPKM Level IV, Pemkab Pamekasan Beri Tambahan Beras untuk KPM PKH

Bupati Pamekasan Tolak Rencana Pemerintah Pusat Soal Revisi PP 109 Tahun 2021

Perpanjangan PPKM Level IV, Pemkab Pamekasan Sediakan Tempat Isolasi Terpusat

"Kemudian yang terpilih 10 pasang finalis. Kami melakukan karantina terhadap 10 pasang finalis tersebut selama tiga hari, terhitung mulai tanggal 25-27 Mei 2021 di Hotel New Ramayana Pamekasan," ungkapnya.

Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam yang hadir langsung dalam acara tersebut berharap, pemilihan Duta Genre 2021 menghasilkan duta yang memiliki pemahaman utuh tentang generasi ideal masa depan. Sehingga menjadi generasi yang diharapkan oleh Pamekasan dan Indonesia secara umum di masa yang akan datang.

"Generasi masa depan yang hidup pada tahun 2030 sampai 2060 mendatang sungguh sangat berbeda dengan generasi zaman saya, generasi yang lahir tahun 60-an, apalagi generasi yang lahir tahun 50-an. Beberapa dinamikanya sungguh berbeda," ujar bupati yang akrab disapa Mas Tamam tersebut.

Bupati murah senyum ini meminta generasi milenial mampu beradaptasi dengan dinamika kehidupan sosial, kemajuan ekonomi, teknologi, dan kemajuan lainnya. Artinya, generasi masa depan harus siap bersaing dengan generasi-generasi hebat yang akan mengisi berbagai ruang dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Generasi hebat masa depan setidaknya harus memiliki tiga syarat. Pertama, generasi yang memiliki trust (dapat dipercaya), generasi yang ketika diberikan amanah mampu melaksanakan dengan baik," ungkap mantan anggota DPRD Jawa Timur tersebut.

Syarat kedua untuk menjadi generasi hebat adalah memiliki ilmu pengetahuan yang luas, dan syarat ketiga cepat dalam melakukan sesuatu.

"Di era industri seperti saat ini seseorang yang lambat dalam bekerja akan ditinggal serta tergilas dengan kecepatan. Sebab, generasi yang bekerja lambat itu dipastikan tidak bisa bersaing dengan generasi lainnya. Karena di zaman ini, siapa pun orangnya, dari keluarga manapun kalau tidak memiliki tiga syarat utama ini sulit akan bersaing dengan generasi hebat di luar kita," tegasnya.

Bupati juga berharap, duta genre terpilih tidak sebatas mampu mengedukasi tentang kehidupan berencana, melainkan bisa memproduksi beberapa hal yang menginspirasi terhadap anak muda lain di bumi gerbang salam.

"Sungguh ini menjadi kebangaan bagi kita, kehidupan ini sudah banyak berubah, dan kita yang tidak mau dengan perubahan ini akan ditinggalkan oleh kenyataan. Selamat datang kepada para duta genre di dunia baru yang akan dijalani oleh anak-anakku sekalian," pesannya.

Dia juga berpesan agar anak muda sebagai generasi penerus bangsa menjauhi hal-hal yang tidak produktif serta tidak bernilai, seperti narkoba. "Tetapi harus mempersiapkan diri menjadi generasi tangguh yang bersaing untuk menjadi generasi hebat," pungkasnya. (adv)

Warga Sambisari dan Manukan Kulon Menolak Sekolah Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Corona
Senin, 26 Juli 2021 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Korban Covid-19 yang terus berjatuhan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas tempat isolasi pasien yang sedang terpapar virus corona. Berbagai fasilitas gedung – termasuk sekolah – direncana...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...