Kamis, 29 Juli 2021 10:32

Sidang Lanjutan Kasus Korupsi Camat Duduksampeyan, Jaksa Akui Ada Kesalahan Data

Selasa, 25 Mei 2021 17:11 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: M Syuhud Almanfaluty
Sidang Lanjutan Kasus Korupsi Camat Duduksampeyan, Jaksa Akui Ada Kesalahan Data
Sidang dugaan korupsi dengan terdakwa Camat Suropadi di PN Tipikor Surabaya. foto: ist.

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Surabaya kembali melanjutkan sidang perkara tindak pidana korupsi (tipikor) dengan terdakwa Camat Duduksampeyan, Kabupaten Gresik nonaktif Suropadi, Selasa (25/5/2021).

Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Dr. Johanis Hehamoni, S.H., M.H. dengan materi pembacaan jawaban Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas eksepsi (keberatan) dari penasihat hukum (PH) terdakwa Suropadi, yang kali ini dihadiri Andi Fajar Yulianto, S.H., C.T.L, dari Kantor Hukum Fajar Trilaksana, dan Muhlison, S.H.

Dalam sidang tersebut, Fajar mengungkapkan bahwa jaksa menyadari ada kekhilafan penyampaian infomasi data. "Jaksa menganggap hanya salah ketik," ungkap Fajar kepada BANGSAONLINE.com, Selasa (25/5/2021).

Kemudian, terhadap overlapping konstruksi konklusi dakwaan, lanjut Fajar, jaksa menilai uraian yang disampaikan dalam surat dakwaan sepenuhnya kewenangan penuntut umum sebagai dasar pemeriksaan. "Jadi, versi jaksa sebetulnya penuntut umum sudah mengontruksikan primer maupun subsidair," terangnya.

BACA JUGA : 

Kuasa Hukum Terdakwa Camat Duduksampeyan Nonaktif Nilai Saksi Ahli Inspektorat Tak Kuasai Materi

Sidang Lanjutan Camat Duduksampeyan Nonaktif, Hakim PN Tipikor Tolak Eksepsi Terdakwa

Kuasa Hukum Terdakwa Camat Duduksampeyan Anggap Dakwaan Jaksa Cacat Formil

KPK Lanjutkan Pemeriksaan Dugaan Korupsi di PDAM Gresik Usai Lebaran

Sedangkan terkait perkara yang dianggap prematur, masih kata Fajar, jaksa menilai bahwa temuan Inspektorat tetap dapat dijadikan acuan untuk menghitung kerugian keuangan negara. "Menurut jaksa, dasar putusan MK No. 31 tahun 2012 yang pada intinya penyidik dapat melakukan koordinasi dengan instansi lain," urainya.

Intinya, tambah Fajar, jaksa sangat tidak sependapat dengan eksepsi yang diajukannya pada sidang sebelumnya. "Terkait pembuktian yang diajukan dalam persidangan nantinya kewenangan hakim yang mulia yang menilai," pungkasnya seraya menyatakan bahwa jaksa menganggap dirinya terlalu masuk ke pokok perkara.

Sidang akan dilanjutkan pada tanggal 8 Juni 2021, dengan agenda putusan sela. (hud/ian)

Warga Sambisari dan Manukan Kulon Menolak Sekolah Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Corona
Senin, 26 Juli 2021 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Korban Covid-19 yang terus berjatuhan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas tempat isolasi pasien yang sedang terpapar virus corona. Berbagai fasilitas gedung – termasuk sekolah – direncana...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...