Ilustrasi.
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Meski saat ini pandemi Covid-19 belum selesai, Pemkab Pasuruan optimis hal itu tidak akan berpengaruh pada pertumbuhan investasi. Pemkab yakin kondisi geografis Kabupaten Pasuruan yang cukup strategis, menjadi daya tarik tersendiri bagi pemilik modal untuk berinvestasi.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kabupaten Pasuruan Eddy Supriyanto. Pihaknya menargetkan investasi di tahun 2021 tembus Rp 10 triliun. Hal ini sesuai dengan RPJMD dari tahun ke tahun.
BACA JUGA:
- Pemkab Pasuruan Kembali Raih Opini WTP atas LKPD 2025
- Dilema PPPK dan Napas APBD Pasuruan: Komisi I DPRD Cari Formula 'Bensin'
- Kolaborasi Mas Rusdi dan Gus Shobih Wujudkan Pemerintahan Akuntabel di Kabupaten Pasuruan
- Pemkab Pasuruan Ajukan Revitalisasi Pasar Wisata Cheng Hoo Rp66 Miliar ke Pemerintah Pusat
"Target tahun ini sebesar Rp 10 triliun diyakini bisa tercapai, mengingat tahun kemarin tembus Rp 9,6 triliun," jelas mantan Camat Tutur ini.
Untuk mendukung capaian tersebut, pihak Pemkab Pasuruan sudah mengajukan perubahan RTRW dan RDTR. Dalam perubahan RTRW dan RDTR itu, beberapa kecamatan akan dijadikan daerah industri.
"Sejatinya, banyak investor yang sudah menunggu bertahun-tahun. Dengan disahkannya perda tersebut maka para investor dapat kepastian hukum," tambahnya.
Selain itu, dukungan sarana prasarana yang dimiliki Kabupaten Pasuruan ikut meningkatkan peluang tersebut. Di antaranya akses jalan tol di wilayah setempat semakin menunjang investor masuk. (bib/par/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




