Siti Khotidjah, Ibu di Bangkalan Ceritakan Kronologi Operasi Caesar Hingga Bayinya Meninggal

Namun, Khotidjah tidak langsung meminta dilakukan tindakan operasi caesar karena masih menunggu keluarga. Apalagi, kandungan Khotidjah baik-baik dan tidak mengalami kontraksi selayaknya orang mau melahirkan.

Kemudian pada 26 Desember 2020, dia meminta bidan Desa Perreng untuk mengantarnya ke Dokter Taufik untuk dilakukan tindakan operasi caesar terhadap kandungannya, sesuai anjuran hasil pemeriksaan sebelumnya.

Saat datang ke RSIA Syafii, Khotidjah mengaku tidak merasakan sakit ataupun kontraksi. "Bahkan saya ke RSIA Syafii di Kepang, dari Kampung Karang Gajam Perreng naik sepeda motor dan nyetir sendiri, karena saya tidak merasakan apa-apa," ujarnya.

Sesampainya di RSIA Syafii, Khotidjah mengaku tidak diperiksa lagi kandungannya, hanya diambil darah dan tensi saja. "Kemudian langsung tanda tangan untuk operasi. Baru dilakukan tindakan operasi caesar pukul 10.30 WIB. Padahal, saya sampai di RSIA Syafii pukul 8 pagi," jelasnya.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: