Menurut pandangan Ramelan, proyek pemeliharaan berkala Jalan Ngampon-Bendo tidak bisa dikatakan proyek gagal bangunan. Sebab, secara fakta jalur tersebut masih bisa digunakan.
Selain itu, katanya, kerusakan yang muncul setelah proyek pemeliharaan berkala Jalan Ngampon-Bendo dinyatakan selesai juga tidak lebih dari satu persen dari volume fisik yang dikerjakan. Hal ini berdasarkan penghitungan yang dilakukan di lapangan.
"Itu terjadi kerusakan ringan yang cukup kecil, berkisar tidak lebih dari satu persen (dari volume pekerjaan, red)," ujarnya.
Ketika ditanya apa yang menjadi penyebab adanya kerusakan jalan tersebut, Ramelan menyebut adanya lalu lalang kendaraan truk muatan AMP, truk muatan tambang, dan truk muatan bahan bangunan, dan juga disebabkan oleh kondisi struktur tanah yang berbeda pada beberapa titik yang rusak.










