Rabu, 27 Januari 2021 23:19

​Relawannya Ada di Kubu Erji dan Maju, Ning Lia: Yang Penting Tetap Guyub

Minggu, 22 November 2020 17:54 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: M Didi Rosadi
​Relawannya Ada di Kubu Erji dan Maju, Ning Lia: Yang Penting Tetap Guyub
Dr. Lia Istifhama, dosen dan aktivis sosial. foto: istimewa

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Lama tidak mengeluarkan sikap terkait Pilwali Surabaya, akhirnya Lia Istifhama atau kerap dipanggil Ning Lia, bersuara. Sosok milenial yang termasuk di dalam 22 Tokoh Muda Inspiratif Jatim versi Forum Jurnalis Nahdliyyin (FJN) tersebut, justru terlihat santai saat relawannya terpisah di dalam dua gerbong, yaitu gerbong Eri-Armuji (Erji) dan Machfud-Mujiaman (Maju).

Menurut Lia yang sempat running Pilwali Surabaya dan melakukan sosialisasi sejak pertengahan 2019 lalu, wajar jika relawannya terbagi ke kubu Erji dan Maju. Hal itu tak lepas dari kawan-kawan relawan berbasis Marhaen, yang kemudian menjadi pendukung Erji.

"Namun jika ditarik sebelumnya, yaitu masa Pilgub 2018, saat itu teman-teman sudah memunculkan wacana saya di Pilwali Surabaya, meski sebatas media sosial. Maka mereka ini kemudian sekarang di kubu pendukung Maju. Jadi, kalau saya berpikir gampang saja, yang penting mereka tetap guyub," ujar Lia saat dikonfirmasi, Minggu (22/11/20).

Pengurus Fatayat NU Jatim ini mengaku tak ingin memaksakan kehendak pribadi dengan mengarahkan relawan untuk mendukung salah satu paslon. Menurutnya, hal itu sama saja dengan menafikan hak politik relawan.

"Jadi inilah yang terbaik. Mereka berhak atas keputusan masing-masing," katanya.

Ketua Perempuan Tani HKTI Jatim ini juga menambahkan, dengan memberikan kebebasan relawan untuk menentukan dukungan, maka hubungan guyub rukun tetap dapat terjaga. Kata dia, yang namanya politik, beda pendapat pasti ada. Dirinya tidak mempermasalahkan. Justru dirinya mempermasalahkan kalau ada yang menuding bahwa relawan pecah belah sehingga harus disatukan.

"Dengan saya bebaskan, konsekuensi pasti ada. Di antaranya, kadang antar relawan terlibat adu argumen di media sosial, tapi saya yakin hubungan baik tetap terjaga. Toh mereka tetap bisa saling guyon satu sama lain," imbuh putri almarhum KH. Masykur Hasyim itu.

Sebaliknya, dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Surabaya ini menilai dengan adanya kebebasan berpendapat, maka satu sama lain bisa bebas menyampaikan unek-unek tanpa harus suudzon satu sama lain. Meskipun kadang-kadang ia menengahi agar adu pendapat politik itu tidak sampai terbawa perasaan (baper).

"Boleh kampanye, tapi jangan baper," tegasnya.

Ditanya soal langkah politik ke depan, ibu dua putra tersebut tidak menjelaskan secara gamblang. Menurut Lia, politik itu sebenarnya berkaitan strategi bagaimana membuat sebuah branding dan sebagainya.

"Saat ini saya sedang menikmati aktivitas di dunia pendidikan dan organisasi sosial. Sangat nyaman ketika kita dapat membuat berbagai opini dan karya tanpa harus orang menilai kita sedang bertujuan politik praktis. Bagi saya, ini sebuah harga yang sangat mahal dan saya ingin sekali fokus dalam dua kegiatan tersebut," pungkas Doktor Ilmu Ekonomi UINSA Surabaya ini. (mdr/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Minggu, 17 Januari 2021 10:07 WIB
Oleh: M. Aminuddin --- Peneliti Senior Institute for Strategic and Development Studies (ISDS)--- Di awal tahun 2021 ini Kemendikbud telah merelease tekadnya untuk melanjutkan apa yang disebutnya sebagai transformasi pendidikan dan pemaju...
Sabtu, 16 Januari 2021 19:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*50. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa kaana mina aljinni fafasaqa ‘an amri rabbihi afatattakhidzuunahu wadzurriyyatahu awliyaa-a min duunii wahum lakum ‘aduwwun bi/sa lil...
Sabtu, 26 Desember 2020 12:03 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...