Minggu, 06 Desember 2020 08:42

Debat Publik Pertama Pilkada Kabupaten Blitar, Pasangan Petahana Sodorkan Program Riil

Sabtu, 24 Oktober 2020 12:11 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Tri Susanto
Debat Publik Pertama Pilkada Kabupaten Blitar, Pasangan Petahana Sodorkan Program Riil
Debat publik Cabup-Cawabup Kabupaten Blitar.

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Debat publik calon bupati dan wakil bupati Blitar digelar di Hotel Grand Mansion Kota Blitar, Jumat (23/10) malam. Dua pasangan calon adu argumen untuk menarik simpati masyarakat melalui program kerja mereka yang tertuang dalam visi dan misi.

Kedua pasangan calon itu adalah Rijanto-Marhaenis nomor urut 1 yang merupakan pasangan calon petahana dan Rini Syarifah-Rahmat Santoso nomor urut 2 sebagai penantang. Debat publik pertama ini mengusung tema pembangunan ekonomi, sosial, dan pendidikan dalam rangka mensejahterakan masyarakat Kabupaten Blitar.

Pertanyaan dari panelis yang dibacakan moderator tentang persoalan tambang galian C mendapat tanggapan berbeda dari dua pasangan calon. Pasangan nomor urut 2 yang diberi kesempatan menjawab berjanji akan mempermudah perizinan tambang.

“Bumdes dan Bumdesma akan kita kembangkan, jadi dari desa untuk naik ke atas kalau memang itu tambang kita permudah untuk masalah perizinan dan lain sebagainya,” kata calon wakil bupati Blitar nomor urut 2, Rahmat Santoso.

Menanggapi pernyataan Paslon Nomor 2, Marhaenis mengatakan bahwa tambang galian C perizinanya bukan melalui pemerintah Kabupaten, melainkan dari pemerintah Provinsi. Sehingga soal perizinan tergantung dari Pemerintah Provinsi.

“Masalah tambang galian C memang cukup dilematis. Kita memang repot, di satu sisi masyarakat kita butuh makan namun di sisi lain kita dihadapkan dengan masalah izin,” ujarnya.

Terkait Pendidikan, kedua Paslon beradu program untuk mempermudah akses masyarakat mendapatkan Pendidikan. Paslon 2 berjanji akan menggratiskan Pendidikan mulai dari PAUD sampai perguruan tinggi.

“Pada intinya kita menjamin sekolah mulai dari Play Grup sampai kuliah gratis. Bagi masyarakat Blitar ber KTP Blitar Kabupaten,” kata Rahmat Santoso.

Paslon 1 kemudian mempertanyakan janji Pendidikan gratis tersebut saat diberi kesempatan untuk bertanya ke Paslon lain.

“Mengingat kekuatan APBD kita sangat terbatas, kita hanya punya 2,3 triliun. Sedangkan kebutuhan masyarakat Kabupaten Blitar sangat banyak. Sehingga apakah itu benar-benar mampu untuk dilaksanakan. Jangan sampai apa yang disampaikan ternyata tidak bisa dilaksanakan,” kata Marhaenis.

Menadapat pertanyaan dari Marhaenis, Cawabup Paslon 2 Rahmat Santoso mengatakan, bukan hanya Pendidikan, bahkan kesehatan juga akan digratiskan.

“Apakah mungkin dilakukan sekolah gratis, Pendidikan gratis, kesehatan gratis, semua serba gratis. Jadi yang mau bekerja hanya untuk dirinya sendiri uang itu penghasilanya,” ujar Rahmat Santoso.

Sepanjang sesi debat Rijanto-Marhaenis banyak mengungkapkan berbagai program yang telah dilaksanakan selama kepemimpinan mereka. Diantaranya pemberian dana hibah kepada tempat ibadah sebagai bentuk komitmen Pemkab Blitar memberikan kemudahan masyarakan untuk menjalankan ibadahnya. Selain itu juga pemberian insentif bagi GTT dan PTT yang nilainya akan terus ditingkatkan sesuai kekuatan APBD.

Sementara Paslon Rini Syarifah-Rahmat Santoso menjanjikan program E-Government untuk memudahkan akses informasi dan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat.

Rencananya KPU Kabupaten Blitar akan menggelar 3 kali debat. Untuk debat publik selanjutnya akan digelar pada November mendatang. (tri/ns)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Selasa, 01 Desember 2020 16:52 WIB
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com – Meletusnya Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, tidak mengakibatkan kenaikan material vulkanik di Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.Namun demikian, status Gunung Bromo tetap level II atau waspada. Sehingga pengunju...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Rabu, 02 Desember 2020 21:44 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Kamis, 03 Desember 2020 15:46 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...