Ternyata ia serius. “Ada dalilnya dalam al-Quran. Fawailul lil-mushallin…, artinya orang-orang yang salat masuk neraka wail,” kata dia lagi.
Saya langsung serius. Tapi belum sempat kami menanggapi, ia pergi. Saya masih ingat. Ia pakai baju batik. Berkacamata. Berkopiah hitam.
BACA JUGA:Fragmentasi NU dan Kitab At-Tibyan
Saya tak emosi. Saya tetap hormat. Apalagi beliau sudah sepuh.
Belakangan saya tahu. Ternyata MJ anggota Partai Komunis Indonesia (PKI). Haji Toha, kakek istri saya, bercerita. MJ adalah komunis tulen. Saat Orde Lama, MJ bersama teman-temannya - sesama aktivis PKI - selalu mengganggu orang Islam salat. Terutama para tetangga dekat rumahnya.










