Bupati Sambari didampingi Wabup Qosim dan Pj Sekda Nadlif saat rakor pemberlakuan perbup transisi new normal. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE
Bupati juga meminta kepada pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk tetap melaksanakan penyisiran ke beberapa rumah sakit (RS) rujukan dengan melakukan berbagai macam pemeriksaan kepada pasien dalam pengawasan (PDP) atau menyisir pasien asal Gresik yang dirawat di berbagai RS di luar Gresik.
"Jangan malu meski jumlah yang terkonfirmasi sangat besar. Demikian juga kami tidak malu meski jumlah kasus postif Covid-19 di Gresik ini besar dan menempati urutan ketiga, tapi bisa dirawat. Daripada tidak terpantau dan menulari banyak orang," paparnya.
Bupati menambahkan, sesuai komitmen bersama dengan para kepala daerah se-Surabaya Raya yang disaksikan Gubernur, bahwa masing-masing kepala daerah untuk saling menjaga.
"Untuk itu, kami meminta dengan berpedoman perbup, semuanya untuk tetap menjaga. Misalnya dengan melakukan pengawasan di lingkungannya masing-masing. Standar penegakan protokol kesehatan harus dilaksanakan sampai di tingkat RT/RW," katanya.
Sementara Wakil Bupati Gresik, Moh. Qosim meminta agar SOP protokol kesehatan yang akan dibuat di bidang masing-masing menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat.
"Semua masyarakat harus mendukung transisi new normal life. Jangan berbuat semaunya. Seperti yang pernah terjadi di beberapa tempat, ada yang ramai-ramai menjemput jenazah Covid-19 yang akhirnya semuanya tertular. Di Gresik jangan sampai terjadi," pungkas wabup. (hud/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




