Rabu, 15 Juli 2020 05:55

Jelang Lebaran, Wali Kota Kediri Santuni Anak Yatim, Disabilitas, dan Lanjut Usia Terlantar

Rabu, 20 Mei 2020 19:44 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Muji Harjita
Jelang Lebaran, Wali Kota Kediri Santuni Anak Yatim, Disabilitas, dan Lanjut Usia Terlantar
Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar saat menyerahkan bantuan. (foto: ist).

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar menyerahkan bantuan Asistensi Lanjut Usia Terlantar (ASLUT), santunan anak yatim, santunan kematian, dan bantuan bagi ODK (Orang Dengan Kecacatan) berat, Rabu (20/5/2020) bertempat di Kelurahan Burengan, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri

Wali Kota Kediri saat menyerahkan bantuan didampingi Kepala Dinas Sosial Kota Kediri, Triyono Kutut, dan Lurah Burengan, Muzamil. Pada penyerahan tersebut, jarak antar penerima diatur agar sesuai dengan aturan physical distancing.

Wali Kota Kediri mengungkapkan, bantuan ini diberikan untuk 2.179 anak yatim, 865 penerima ASLUT, 32 penerima bantuan ODK berat, dan 186 penerima santunan kematian.

"Hari ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri memberikan bantuan sosial di Kelurahan Burengan. Tetapi, ini sebenarnya berlaku untuk seluruh masyarakat di Kota Kediri. Jadi, anak yatim yang ada di seluruh kelurahan di Kota Kediri akan mendapatkan semua. Nah, mudah-mudahan bantuan ini bisa dimanfaatkan oleh semua. Saya juga minta, kita semua berdoa agar pandemi Covid-19 ini segera selesai," ujar wali kota.

Wali Kota Kediri yang populer disapa Mas Abu ini juga menjelaskan, bantuan yang diserahkan berasal dari anggaran rutin Pemkot Kediri, bukan dari anggaran yang dialihkan untuk Covid-19. Besarannya, untuk ASLUT mendapatkan Rp 200 ribu yang diberikan setiap tiga bulan sekali, untuk anak yatim Rp 200 ribu per tahun, bantuan bagi ODK berat Rp 3 juta selama enam bulan, dan santunan kematian sebesar Rp 2 juta.

"Semua yang ada hubungannya dengan bantuan sosial yang ada di Pemkot Kediri, kita keluarkan Ramadan ini. Kita ingin Pemerintah Kota Kediri, bisa meringankan beban masyarakat. Ya, nanti bisa lah untuk membeli lauk," jelasnya.

Adapun untuk bantuan Covid-19, ia mengaku kurang lebih sudah ada 65.000 KK (Kepala Keluarga) dengan persentase 70 persen dari masyarakat Kota Kediri yang mendapatkannya.

"Karena ini kan semua warga terdampak. Mungkin yang dulunya berkecukupan, sekarang bisa terjun karena pandemi ini. Kalau warga miskinnya saja, di Kota Kediri persentasenya 7 sampai 8 persen lah," imbuhnya.

Rasa syukur dan bahagia karena telah menerima bantuan dari Pemkot Kediri, dirasakan oleh Yuni Tria, warga asal Kelurahan Burengan. Di mana kakaknya yang bernama Eko Purwati, menerima bantuan ODK berat dari Pemkot Kediri.

"Alhamdulillah dapat bantuan, apalagi saat musim Covid-19 ini. Bisa buat beli obat dan perlengkapannya sehari-hari. Dari orang tua juga, bapak saya hanya tukang parkir. Jadi penghasilannya nggak tentu. Semoga bantuannya bisa lanjut dan yang pasti bermanfaat," ungkapnya.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Samirin, penerima bantuan ASLUT asal Kelurahan Burengan. "Dengan adanya ini sangat lega. Ada bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mudah-mudahan pemerintah terus peduli dan bisa memperhatikan semua keluhan masyarakat," ujar Samirin. (uji/zar)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Jumat, 10 Juli 2020 21:04 WIB
Oleh: Ibnu Rusydi Sahara*“Sampean dari Surabaya?” Teman saya kerap menerima pertanyaan itu, manakala turun dari bus antarkota yang membawanya dari Surabaya di beberapa kota di Jawa Timur. Yang bertanya tukang ojek. Yang biasa mangkal di sep...
Senin, 13 Juli 2020 23:23 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 13 Juli 2020 22:40 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...