Selasa, 07 April 2020 04:46

Sehari, 2 Warga Dukun Tewas Tersengat Jebakan Tikus

Sabtu, 08 Februari 2020 10:26 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Syuhud
Sehari, 2 Warga Dukun Tewas Tersengat Jebakan Tikus
Petugas Polsek Dukun ketika melakukan olah TKP dan mengevakuasi korban. foto: ist.

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Petani yang tewas tersengat listrik jebakan tikus terus berjatuhan. Dalam sehari, Jumat (7/2), dua petani di Kecamatan Dukun, Gresik meregang nyawa setelah tersengat aliran listrik jebakan tikus.

Kedua korban adalah H. Karno (60), warga Desa Bulangan, Dukun. Korban tewas setelah tersengat kawat beraliran listrik saat melihat sawahnya sekitar pukul 17.30 WIB.

Korban kedua adalah, Mudlofar (52),warga Desa Babakbawo, Kecamatan Dukun. Korban tewas sekitar pukul 17.00 WIB setelah melihat sawahnya di desa setempat.

Petugas Polsek Dukun yang mendapatkan laporan itu telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi korban.

Sementara Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Gresik, Nurul Yatim mengungkapkan sudah ada 14 korban petani yang meninggal terkena jebakan tikus dalam 2 tahun belakangan.

"Kondisi ini sangat memprihatinkan, secepatnya harus disikapi pemerintah," ujar Nurul Yatim kepada BANGSAONLINE.com, Sabtu (8/2).

Nurul Yatim mengaku sudah kerap melaporkan kejadian seperti ini ke pemerintah, khususnya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Namun, belum ada tindakan nyata.

"Saya sendiri juga heran sampai saat ini Gresik belum punya terobosan untuk membuat peraturan daerah (Perda) yang melarang petani membuat jebakan tikus dengan setrum listrik. Padahal tingkat kematian akibat strum listrik sangat tinggi," ujar dia.

Dikatakan Nurul Yatim, pemerintahan desa (pemdes) sudah berulang kali memberikan imbauan kepada petani agar tak menggunakan jebakan tikus dengan kawat teraliri listrik, tapi tidak diindahkan.

"Alasan petani, kalau tidak disetrum, padi tidak bisa dipanen. Makanya, harus bersama-sama memberikan edukasi kepada petani," terang Kepala Desa Baron Kecamatan Dukun ini.

Nurul Yatim mengungkapkan, sejauh ini Dinas Pertanian (Disperta) Gresik belum pernah mengundang warga (petani) untuk sosialisasi. Disperta juga tidak pernah memberikan solusi untuk membasmi hama tikus. (hud/ns)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 28 Maret 2020 14:13 WIB
Oleh: M Cholil NafisSaat saya wawancara di TV atau radio banyak pertanyaan tentang hadits yang menyebutkan bahwa orang yang meninggalkan jum’atan tiga kali berturut-turut jadi keras hatinya bahkan ada yang menyebut kafir dan wajib bersyahadat kemba...
Sabtu, 28 Maret 2020 23:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*85. Wayas-aluunaka ‘ani alrruuhi quli alrruuhu min amri rabbii wamaa uutiitum mina al’ilmi illaa qaliilaan.Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, “Ruh itu termasuk urusan Tuhanku,...
Jumat, 20 Maret 2020 00:31 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...