Atasi Kelangkaan Pupuk, Pemkab Pasuruan Berencana Siapkan Anggaran Melalui APBD

Bupati Pasuruan H. M. Irsyad Yusuf, S.E., M.M.A., yang dikonfirmasi BANGSAONLINE.com usai melakukan pembinaan ASN di Dinas Perikanan dan Kelautan mengatakan bahwa permasalahan pupuk yang terjadi di Kabupaten Pasuruan, merupakan imbas kebijakan Pemerintah Pusat yang melakukan pemotongan kuota pupuk bersubsidi pada tahun 2020 ini.

Menurutnya, Pemkab Pasuruan sudah melakukan kordinasi dan mengirim surat ke kementerian terkait yakni, Kementan dan Kemendag terkait hal ini.

“Kita sudah mengirim surat sebanyak 4 kali ke pemerintah pusat meminta penjelasan terkait pemotongan pupuk bersubsidi, serta meminta agar dropping pupuk segera,“ jelas pria yang akrab dipanggil Gus Irsyad ini.

Ia mengakui, pemotongan pupuk bersubsidi imbasnya sangat dirasakan para petani. "Mereka mulai kesulitan mendapatkan pupuk di Kabupaten Pasuruan, karena saat ini mulai musim menggarap sawah. Pemkab juga akan berkordinasi dengan kepolisian untuk melakukan pengecekan di beberapa kios penjual pupuk. Langkah ini dilakukan guna memastikan apakah memang dropping pupuk dari distributor ke agen-agen ada keterlambatan," ungkapnya.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: