Penampilan siswa dalam Festival Karya Siswa-Siswi SMA/MA Double Track di Jatim Expo International Surabaya, Minggu (29/12). foto: istimewa/ bangsaonline.com
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Guna menyambut Industri 4.0 sekaligus menghasilkan para lulusan angkatan kerja yang terampil, produktif, serta inovatif, Pemprov Jatim lewat SMA/MA Double Track berkolaborasi dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) serta Perguruan Tinggi.
Pembukaan Festival SMA/MA Double Track dipimpin langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada Festival Karya Siswa-Siswi SMA/MA Double Track di Jatim Expo International Surabaya, Minggu (29/12).
BACA JUGA:
- Sambut Bhikkhu Walk for Peace 2026, Gubernur Jatim Ajak Ajak Kuatkan Toleransi
- Gubernur Khofifah Resmikan Revitalisasi 45 Sekolah di Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan
- DPRD Jatim Terima LKPJ 2025, Gubernur Khofifah Tekankan Sinergi Eksekutif-Legislatif
- Dominasi Prestasi Nasional Raih 45.839 Medali di SIMT , Gubernur Khofifah Sampaikan Hal ini

Gubernur Khofifah menegaskan, SMA/MA Double Track memberikan jawaban atas terciptanya SDM berkualitas khususnya bagi lulusan SMA di pasar kerja bersinergi dengan program Millenial Job Center (MJC) dan One Pesantren One Product (OPOP).
"Cipta Lapangan Kerja dengan inovasi SMA/MA Double Track diharapkan setiap tahun bisa menghasilkan serta menciptakan 600 ribu peluang kerja baru. Di mana, 600 ribu di antaranya dihasilkan lewat SMA/MA Double Track ini. Sementara setiap tahun angkatan kerja baru di Jawa Timur mencapai 800 ribu orang," ungkapnya.
Presiden Jokowi, terang Khofifah di berbagai kesempatan, menekankan pentingnya untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru melalui program Cipta Lapangan Kerja. Cipta lapangan kerja di Indonesia sangat terkait erat dengan bidang pendidikan dan keterampilan yang dimiliki .
"Hari ini terdapat Double Track SMA sudah 157 sekolah dan Double Track untuk Madrasah Aliyah (MA) mencapai 120 MA. Saya ingin ini menjadi energi, potensi dan skill baru untuk membangun seluruh energi yang kita punya di Jatim untuk menciptakan inovasi lapangan kerja baru," jelasnya.
Bedasarkan data kelembagaan dan data siswa untuk jenjang SMA di Jatim Tahun 2018, terdapat sekitar 116.772 (67,84%) siswa yang tidak melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.
Khofifah yang pernah menjabat sebagai Menteri Sosial era Presiden Jokowi pada Kabinet Kerja menyatakan, bahwa tahun 2020 terdapat total Rp. 190 Trilliun Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dari jumlah KUR yang ada tersebut, suku bunga interestnya sangat kecil mencapai 6 persen.
Untuk itu, kepada siswa SMA/MA Double Track yang sudah bersertifikasi siap untuk mandiri dan bersaing lewat market place dan bertransaksi secara online dan pasar digital untuk dapat bersaing, bakal mediasi permodalannya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




