Selasa, 01 Desember 2020 12:06

​Kiai Masjkur, Tokoh NU, dan Moezakir, Tokoh Muhammadiyah Dapar Gelar Pahlawan, Khofifah Dampingi

Jumat, 08 November 2019 11:33 WIB
Editor: MMA
​Kiai Masjkur, Tokoh NU, dan Moezakir, Tokoh Muhammadiyah Dapar Gelar Pahlawan, Khofifah Dampingi
KH Masjkur. foto: TPGF Malang

JAKARTA, BANGSAONLINE.com - KH Masjkur yang populer sebagai Panglima Laskar Sabilillah mendapat anugerah gelar pahlawan siang ini, Jumat (8/11/2019) pukul 13.30 WIB. Gelar pahlawan itu akan dianugerahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara Jakarta. Rencananya Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa akan mendampingi keluarga Kiai Masjkur untuk mewakili Pemprov Jawa Timur.

Kiai Masjkur dikenal sebagai tokoh Nahdlatul Ulama (NU). Ia pernah menjabat Ketua PBNU. Dalam perang kemerdekaan, ulama asal Singosari Malang itu terlibat langsung dalam perang mengusir penjajah. Ia tercatat selaku pendiri Pembela Tanah Air (Peta) yang kemudian menjadi unsur laskar rakyat dan TNI - di seluruh Jawa. Namun saat pertempuran 10 November Surabaya Kiai Masjkur populer sebagai Panglima Laskar Sabilillah.

Pada awal kemerdekaan Kiai Masjkur menjadi anggota BPUPKI yang ikut merumuskan Pancasila dan UUD 1945. Kiai Masjkur juga pernah menjabat sebagai menteri agama RI pada 1947 – 1949 dan 1953-1955. Ia juga pernah menjadi anggota DPR RI pada 1956 hingga 1971 dan dan anggota Dewan Pertimbangan Agung.

Ia juga dikenal sebagai pendiri Yayasan Sabilillah Singasari Malang Jawa Timur.

“Pengusulan dan pengurusan berkas pahlawan nasional ini sudah dilakukan sejak tahun 1990 an. Pada tahun 2017 proses dan pemberkasan diulang kembali dan pada menjelang peringatan tahun 2019 ini alhamdulillah berhasil ditetapkan oleh TGUPP dan Dewan Gelar Pahlawan nasional,” kata Mas’ud Said, salah satu ketua Yayasan Sabilillah yang membidangi masalah sosial, ekonomi dan kemasyarakatan dalam press releasenya, Jumat (8/11/2019).

Menurut dia, gelar pahlawan ini merupakan penghormatan untuk masyarakat Malang Raya dan NU, khususnya pihak keluarga Singosari, Yayasan Al Maarif Singosari, keluarga besar Pesantren Bungkuk, terutama KH M Tholchah Hasan.

“Dalam penganugerahan gelar pahlawan nasional pihak keluarga diwakili oleh cucu beliau. Pemprov Jatim dalam hal ini Gubernur Khofifah Indar Parawansa akan mewakili pemerintah dan masyarakat Jawa Timur mendampingi keluarga KH Masjkur,” katanya sembari berharap semoga semangat berjuang kita, keikhlasan kita, daya khidmad kita bisa meniru para alim ulama seperti Kiai Masjkur.

Ia juga menjelaskan bahwa Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa akan mengundang keluarga Kiai Masjkur di Singosari, Yayasan Sabilillah dan perwakilan untuk upacara peringatan hari Pahlawan Nasional 10 November di Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Selain Kiai Masjkur, tokoh Muhammadiyah Abdoel Kahar Moezakkir juga mendapat anugerah gelar pahlawan. Kahar Moezakkir juga anggota BPUPKI dan anggota panitia sembilan yang merumuskan Piagam Jakarta yang kemudian menjadi cikal bakal pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan Pancasila.

Kahar Moezakkir juga dikenal sebagai Rektor Magnificus pertama Sekolah Tinggi Islam (STI) di Yogyakarta. Sekolah ini kemudian menjadi Universitas Islam Indonesia (UII) yang cukup populer sekarang.

Pemerintah RI juga menganugerahkan gelar pahlawan kepada wartawan perempuan pertama bernama Ruhana Kudus. Ia dikenal sebagai pendiri Surat Kabar Soenting Melayoe dengan susunan redaksi semuanya perempuan. Ia mengawali karir wartawan dari Surat Kabar Poetri Hindia pada 1918. Tapi koran ini lalu diberedel. Ia lalu mendirikan Soenting Melayoe.

(Rohana Kudus. foto: wikipedia)

Ruhana lahir dari keluarga pejuang. Perempuan yang hidup sejaman dengan RA Kartini kelahiran tanah Minang itu adalah sepupu H Agoes Salim dan bibi dari penyair kondang Khairil Anwar. Ia juga kakak tiri Soetan Sjahrir .

Ruhana lahir dari ayah yang berprofesi sebagai wartawan bernama Mohamad Rasjad Maharadja Soetan. Sedang ibunya bernama Kiam, seorang ibu rumah tangga. Ia lahir di Koto Gadang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat pada 20 Desember 1884.

Pemerintah RI menilai bahwa Ruhana berjasa terhadap negara lewat karya-karya jurnalistiknya. Selain itu juga terlibat dalam peperangan, terutama penyelundupan senjata Koto Gadang ke Bukittinggi melalui ngarai Sianok membantu para pejuang kemerdekaan. Senjata itu disembunyikan di dalam sayur-sayuran.

Selain Ruhana, Sardjito juga mendapat anugerah gelar pahlawan. Ia adalah rektor pertama Universitas Gadjah Mada (UGM) 1950-1961 dan Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) 1964-1970. Jasa Sardjito terutama karena ia membantu para pejuang kemerdekaan lewat makanan berupa biskuit.

(Prof Sardjito. foto: wikipedia)

Biskuit adalah makanan khusus yang dibuat Sardjito untuk makanan para pejuang bangsa yang berada di medan perang. Saat itu biskuit Sardjito dikenal sebagai makanan yang bisa menahan lapar sehingga cocok untuk makanan tentara di medan tempur.

Masih ada beberapa nama lagi yang bakal mendapat anugerah gelar pahlawan yang ahli warisnya akan diundang ke Istana Negara pukul 13.00 siang nanti. (tim)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 20 November 2020 22:13 WIB
SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Berbicara tentang destinasi wisata di Kabupaten Sumenep memang tak pernah sepi. Selain memiliki sejumlah tempat wisata religi dan budaya, kabupaten yang berada di ujung timur Pulau Madura ini juga memiliki segudang destina...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Sabtu, 28 November 2020 15:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Sabtu, 28 November 2020 12:00 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...